Rokhmin Dahuri Bantu Tangani Banjir Langganan di Blok Kroya Gebang Ilir
GEBANG, (FC).- Permasalahan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi momok bagi warga Blok Kroya, Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, kini mulai menemukan titik terang.
Melalui bantuan pompa air berkapasitas besar dari Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri, genangan yang selama ini menghambat aktivitas masyarakat dan proses belajar mengajar di SDN 1 Gebang Ilir berhasil dikurangi secara signifikan.
Penyerahan sekaligus peninjauan operasional pompa air tersebut dilakukan pada Sabtu (11/7). Program pompanisasi ini menjadi solusi sementara sambil menunggu rencana normalisasi saluran air yang diharapkan dapat direalisasikan pemerintah.
Kuwu Desa Gebang Ilir, Subandi, menjelaskan bahwa banjir yang selama ini terjadi dipicu terhambatnya aliran air di sekitar jembatan flyover sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar. Akibatnya, meskipun tidak turun hujan, genangan air tetap bertahan dan merendam permukiman maupun fasilitas umum.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah desa untuk mencari solusi dengan berkonsultasi kepada Prof. Rokhmin Dahuri. Respons cepat pun diberikan melalui bantuan pompa air yang kini dioperasikan secara rutin.
“Kami berkonsultasi kepada Pak Rokhmin, dan alhamdulillah beliau langsung membantu dengan menyediakan pompa air,” kata Subandi.
Ia mengungkapkan, pompa tersebut dioperasikan hingga tiga kali dalam sehari. Hasilnya, genangan yang sebelumnya kerap meluap hingga halaman SDN 1 Gebang Ilir kini sudah jauh berkurang.
Selama ini, banjir memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pendidikan. Para siswa sering kali harus berjalan menerobos air tanpa alas kaki, sementara lingkungan permukiman di Dusun Kroya mengalami genangan berkepanjangan yang memicu bau tidak sedap dan gangguan kesehatan bagi warga.
“Sekarang air sudah tidak lagi meluap sampai ke sekolah. Warga juga mulai merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Subandi menambahkan, Pemerintah Desa Gebang Ilir juga telah mengusulkan normalisasi saluran sebagai solusi permanen. Menurutnya, persoalan utama masih berada pada konstruksi jembatan yang terlalu rendah sehingga menghambat aliran air.
“Pompanisasi ini cukup efektif sebagai penanganan sementara. Kami berharap normalisasi saluran segera terealisasi agar banjir tidak lagi menjadi langganan setiap tahun,” tuturnya.
Sementara itu, Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan bantuan pompa air diberikan setelah menerima laporan bahwa kawasan Blok Kroya dan lingkungan SDN 1 Gebang Ilir telah bertahun-tahun menjadi daerah langganan banjir setiap musim hujan.
Sebagai langkah cepat, ia menghadirkan pompa air berkapasitas besar yang mampu menyedot genangan dan mengalirkannya ke Sungai Ciberes. Setelah dilakukan uji coba, hasilnya dinilai cukup efektif dalam mengurangi genangan.
“Saya mendapat laporan daerah ini sudah lama menjadi langganan banjir. Alhamdulillah, setelah pompa dipasang, air dapat disedot dan dialirkan ke Sungai Ciberes sehingga genangan berkurang,” ujar Rokhmin.
Ia menilai bantuan sederhana tersebut mampu memberikan manfaat besar apabila dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Bantuan yang sederhana ternyata bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat dan membantu mengurangi dampak banjir.
“Alhamdulillah, pompa ini mampu mempercepat surutnya genangan air sehingga aktivitas masyarakat mulai kembali normal,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri.
Rokhmin juga berpesan agar pompa air tersebut dirawat dengan baik sehingga dapat terus difungsikan saat musim hujan tiba.
“Saya titip kepada Pemerintah Desa Gebang Ilir dan SDN 1 Gebang Ilir agar pompa ini dipelihara sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.
Di sisi lain, Kepala SDN 1 Gebang Ilir, Hayati, mengaku banjir selama ini menjadi persoalan serius yang mengganggu proses belajar mengajar. Saat banjir datang, kehadiran siswa bahkan kerap tidak mencapai separuh dari jumlah peserta didik.
Selain menghambat aktivitas belajar, banjir juga menyebabkan lapangan sekolah terus terkikis sehingga pihak sekolah harus berulang kali melakukan pengurugan dan pemasangan paving blok dengan keterbatasan anggaran.
“Setiap banjir, kehadiran siswa tidak sampai 50 persen. Kondisi ini sangat mengganggu proses belajar mengajar dan membuat kami terus melakukan perbaikan lingkungan sekolah,” ujar Hayati.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Prof. Rokhmin Dahuri dan Pemerintah Desa Gebang Ilir yang telah menghadirkan solusi melalui bantuan pompa air.
“Kami berharap bantuan ini menjadi awal penyelesaian masalah banjir yang selama ini kami hadapi,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan