Rizki Amalia Berharap Semua Anak Bisa Bersekolah
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Di usianya yang sangat muda Kartini dapat berbagi kesempatan mengenyam pendidikan untuk kaum wanita yang kurang beruntung di sekitarnya, meski kondisi saat itu Indonesia sedang terjajah. Sampai akhirnya, ia memiliki sekolah untuk kaum wanita. Pemikiran yang luas dan terbuka itu sangat membantunya dalam mengembangkan ide-ide untuk memajukan kaum wanita dengan segala keterbatasannya pada masa itu hingga bisa menjadikan kaum wanita di Indonesia menjadi seperti sekarang.
Perjuangan Kartini yang begitu besar memang patut untuk di peringati tiap tahunnya. Hal ini membuat Rizki Amalia sebagai Kepala TK Smart Auladi kagum terhadap sosok R.A Kartini. Menurutnya, Kartini merupakan pahlawan wanita yang menginspirasi, walaupun terlahir dari keluarga yang beruntung, tetapi tidak membuatnya melupakan kaum marjinal di sekitarnya.
“Beliau mempunyai kesempatan untuk bersekolah, meski sempat terhalang adat pingitan. Semangat berbagi ilmu menjadi poin yang paling saya garus bawahi, selain itu memperjuangkan hak-hak perempuan merupakan hal yang sangat mulia, sehingga bisa merubah kebiasaan (adat istiadat) yang menjadikan perempuan tak berdaya,” jelasnya.
Rizki pun menambahkan, jika saat ini semua harusnya bisa bersekolah karena ada program wajib belajar 12 tahun, akan tetapi masih banyak anak-anak yang memilih untuk tidka sekolah karena situasi dan kondisi keluarga yang belum memahami arti pentingnya pendidikan.
“Ada yang bersekolah tetapi belum memahami pentingnya pendidikan, sehingga yang bersekolah hanya sekedar menjadi penggugur kewajiban saja,” tambahnya
Dengan kondisi saat ini, kaum perempuan bisa megaplikasikan semangat Kartini untuk terus mengajak masyarakat untuk benar-benar memahami ilmu, menuntut ilmu dengan baik, dan bisa menjadi motivator sekaligus penggerah di bidang pendidikan.
“Dalam hal ini kita bisa temukan solusi agar banyak anak-anak yang tidak sekedar belajar, tetapi bisa menerapkan ilmu yang ia dapat di sekolah untuk kesehariannya di rumah atau di lingkungan sekitarnya,” ucapnya. (Indah)








Tinggalkan Balasan