Ricuh di Forum Muscablub, Penetapan Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon Resmi Diskors
KAB.CIREBON, (FC).- Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon yang digelar pada Sabtu (31/1) belum membuahkan keputusan final.
Dinamika forum yang diwarnai keberatan dari salah satu bakal calon ketua membuat proses penetapan kepemimpinan organisasi tersebut harus ditunda.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, Amril Bagdja, menegaskan bahwa hasil Muscablub belum bersifat tetap lantaran pleno keempat tidak mencapai kata sepakat.
“Pleno keempat belum menghasilkan keputusan karena adanya protes dari salah satu bakal calon. Sidang akhirnya diskors hingga batas waktu yang akan ditentukan oleh MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat,” ujar Amril saat ditemui di kawasan Kedawung, Senin (2/2).
Muscablub tersebut digelar untuk melanjutkan masa bakti kepengurusan periode 2023–2027, menyusul wafatnya Ketua MPC sebelumnya, almarhum R Suma. Dalam forum tersebut, terdapat dua bakal calon yang mencalonkan diri sebagai ketua, yakni Suganda dan M Toat.
Amril menjelaskan, keberatan disampaikan oleh Suganda selaku salah satu bakal calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon.
Protes tersebut berkaitan dengan mekanisme pelaksanaan Muscablub, khususnya insiden pengrobekan surat suara yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur serta tata tertib organisasi.
“Ada ketidakpuasan dari Kang Suganda terkait mekanisme Muscablub, terutama pada insiden pengrobekan surat suara yang dianggap tidak sesuai aturan. Yang bersangkutan telah melaporkan hal tersebut dan ingin menempuh mekanisme organisasi yang berlaku,” jelasnya.
Menurut Amril, sebagai bakal calon ketua, Suganda memiliki hak untuk menyampaikan keberatan dan meminta klarifikasi atas proses yang berlangsung. Seluruh penyelesaian persoalan, kata dia, akan ditempuh sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta mekanisme internal Pemuda Pancasila.
“Mekanisme penyelesaian akan mengikuti aturan organisasi dan akan ditempuh sesuai prosedur yang berlaku,” imbuhnya.
Di tengah dinamika yang terjadi, Amril mengimbau seluruh kader Pemuda Pancasila, khususnya para bakal calon, untuk menahan diri dan tetap mengedepankan persaudaraan demi menjaga soliditas organisasi serta kondusivitas wilayah.
“Kita ini satu keluarga besar Pemuda Pancasila. Jangan sampai dinamika internal berdampak pada stabilitas organisasi maupun kondusivitas Kabupaten Cirebon,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penetapan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon masih menunggu arahan serta penjadwalan musyawarah lanjutan dari Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat. (Johan)








Tinggalkan Balasan