MAJALENGKA, (FC).- Ribuan warga Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka berkumpul di kawasan ex Gedung Pabrik Gula (PG) Jatiwangi, menyaksikan acara festival Rampak Genteng yang digelar, Kamis (11/11).

Mereka yang datang ke acara rampak Genteng membawa sendiri genteng lalu dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan bambu.

Agar seirama, beberapa pemandu dikerahkan di sejumlah titik dengan salah satu pemandu utama berada di tengah-tengah peserta.

Peserta Rampak Genteng sendiri melibatkan warga sebagai perampak genteng, peniup suling tanah, penabuh tambur, penari, dan juga paduan suara yang bersatu dalam harmoni.

Adapun peserta yang terlibat dalam rampak genteng ini, antara lain pelajar sekolah, mahasiswa, guru dan dosen, buruh genteng, polisi, birokrat, ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, berbagai komunitas, serta kelompok paduan suara.

Festival Rampak Genteng tersebut merupakan rangkaian kegiatan tahun tanah yang mengusung tema Doa Tanah dan diinisiasi oleh komunitas Jatiwangi Art Factory (JAF).

Sudah sejak tahun 2012 lalu, festival digelar dengan jarak waktu tiga tahun sekali. Lalu bertambah menjadi 7.000 peserta di festival kedua pada 2015.

Di jilid ke-3 atau di tahun 2018, Rampak Genteng digelar lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak orang.

Sementara, pada tahun ini, meski digelar, para peserta dibatasi hanya 1.000 orang. Hal itu demi mematuhi peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19.

“Festival Rampak Genteng sudah memasuki jilid ke-4 diselenggarakan. Semoga seterusnya ada,” ujar Ketua Panitia Event Rampak Genteng, Ahmad Thian Vultan kepada media, Kamis (11/11).

Jatiwangi sebagai daerah sentra genteng, saat ini produksi gentengnya semakin menurun. Jumlah pabrik gentengnya pun mulai berkurang dalam 10 tahun terakhir.

Festival ini menjadi salah satu cara untuk meneguhkan genteng sebagai identitas Jatiwangi, yang dibunyikan dengan lantang bersama ribuan warga Jatiwangi dan sekitarnya.

Sudah beberapa waktu terakhir, warga berlatih rampak bersama di desa-desa dan sekolah-sekolah. Para pemuda-pemudi bergerak sebagai pelatih rampak yang siap disebar ke lebih dari 28 titik per harinya secara rutin.

Antusias dan kreativitas membuat semua orang menyatukan semangat untuk menyambut Festival Rampak Genteng hari ini.

“Peringatan yang pada mulanya berupaya mengidentifikasi ragam perihal tanah di Jatiwangi dan sekitarnya, yang telah berkembang menjadi pesta tiga tahunan yang selalu dirayakan,” jelas dia.

Ahmad Thian juga menjelaskan, Rampak Genteng adalah festival yang dibangun atas kerja sama atau gotong royong warga dan kolaborasi pentahelix di Kabupaten Majalengka.

Festival ini melahirkan ikrar Jatiwangi yang menjadi kesepakatan bersama warga Jatiwangi untuk menjaga martabat tanahnya.

“Mereka mengajarkan dan memainkan harmoni serempak dengan alat musik dari genteng yang akan dipentaskan hari ini,” katanya.

Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya bersyukur Festival Rampak Genteng di tahun 2021 sukses digelar.

Pemerintah daerah terus mendukung terhadap kegiatan yang membawa nama baik Majalengka makin dikenal hingga mancanegara.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua festival Rampak Genteng ini terlaksana dengan baik. Untuk itu, kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah mensukseskan kegiatan ini,” ujar Tarsono seusai mengikuti pertunjukan Rampak Genteng. (Munadi)