Revitalisasi Pasar Lemahabang Tertunda
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC),- Rencana revitalisasi Pasar Senen milik Pemerintah Desa Lemahabang Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon tertunda.
Padahal, rencana revitalisasi sempat dicanangkan ditahun 2018 silam.
Namun hingga saat ini belum ada lagi informasi dari pihak developer yakni PT Dunia Milik Bersama (Dumib).
Sementara pihak pemdes lebih berhati-hati dalam melakukan kebijakan, mengingat perekonomian para pedagang yang sedang lesu akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun belakangan ini.
Kuwu Desa Lemahabang, Rudiana mengungkapkan, Pasar Senen Desa Lemahabang yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.
Rencananya akan dilakukan revitalisasi pada tahun 2018 silam.
Akan tetapi saat itu, karena ada permohonan dari para pedagang untuk menunda pelaksanaan revitalisasi selama 1 tahun, akhirnya pihak developer sepakat untuk menunda.
Kemudian, hingga awal Tahun 2020 pihak developer akhirnya terputus komunikasi untuk kelanjutan revitalisasi tersebut.
Sampai pada akhirnya di awal tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19, sehingga semuanya terhenti, dan rencana revitalisasi tidak dibahas lagi kelanjutannya.
“Yang menjadi pertimbangan, para pedagang sampai saat ini tidak ada pedagang yang meminta agar pelaksanaan revitalisasi segera dilakukan. Karena kami juga mengerti saat ini kondisi perekonomian mereka sedang merosot akibat pandemi Covid-19. Kami hanya tidak ingin membebani mereka, sehingga rencana kelanjutan revitalisasi pasar belum kami bahas kembali,” terangnya kepada FC Senin (2/8).
Dijelaskan Rudiana, selama ini diakuinya banyak developer baru yang coba mendekat melakukan komunikasi dan siap menggantikan PT Dumib.
Akan tetapi pihaknya masih menahan diri, lantaran masih menghargai proses kerjasama yang dilakukan antara Pemdes Lemahabang dan PT Dumib.
Pihaknya juga mengaku belum mencoba membangun komunikasi kembali dengan PT Dumib.
Mengingat 2 tahun terakhir ini masuk pandemi Covid-19, sehingga belum berani membahas kelanjutan revitalisasi Pasar Senen Desa Lemahabang.
Juga karena khawatir akan membebani para pedagang.
“Kami tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan sebuah kebijakan baru, apalagi kondisinya saat ini masih pandemi Covid-19. InsyaAllah akan kami rencanakan ulang dengan pihak developer pasca pandemi Covid-19 ini berlalu,” papar Rudiana.
Di singgung kerjasama yang dibangun antara Pemdes dengan PT Dumib, Rudiana mengaku sejak awal komunikasi hingga dilakukan sosialisasi kepada para pedagang pada akhir tahun 2017 silam, belum ada bentuk secara tulis kerjasama tersebut.
Dan terkait proses dokumen perizinan yang dilakukan, itu pun masih belum ada proses yang sudah dilakukan hingga saat ini.
Sehingga tidak ada ada beban bila ada proses pergantian developer baru.
Namun demikian, pihaknya masih menghargai proses kerjasama dengan PT Dumib tersebut.
“Kita lihat nanti saja, kalau memang proses revitalisasi Pasar Senen Desa Lemahabang sudah siap dilakukan, kami akan melakukan komunikasi kembali dengan PT Dumib. Apakah akan terus kerjasama tersebut dilakukan ataukah akan dilimpahkan kepada developer lain,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan