KOTA CIREBON, (FC).- Pemilihan Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon melalui proses open bidding, sudah menghasilkan dirtek yang baru. Pada Senin (11/5) Walikota Cirebon telah menggelar pelantikan Suyanto ST MT, di Ruang Kerja Walikota, Balaikota Cirebon.

Sebelumnya, pada proses pemilihan dirtek, timbul polemik terkait sejumlah kandidat yang pantas mendudukinya. Begitu nama Suyanto muncul di tiga besar, ada resistensi dari sejumlah elemen masyarakat Kota Cirebon.

Mereka berdalih, Suyanto tidak kredibel karena dia pernah diberhentikan sebagai Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang pada Desember 2016 lalu, sesuai dengan surat rekomendasi dari dewan pengawas PDAM setempat.

Menanggapi hal ini, Suyanto menganggapnya hal yang wajar dalam mengemban suatu jabatan dimanapun. Walaupun dirinya sudah mengikuti prosedurnya yaitu lelang jabatan terbuka (open bidding), ada yang suka dan ada juga yang tidak itu sudah biasa.

“Mungkin bila saya mempunyai cacat dalam bekerja, saya akan malu untuk daftar jadi dirtek. Demikian juga dengan Pemkot Cirebon tidak akan sembarangan menerima calon pendaftar yang demikian. Pastinya sudah akan dieliminasi sejak awal verifikasi data,” jelasnya kepada FC, Selasa (12/5).

Suyanto mengungkapkan, di Kota Tanggerang, dirinya bisa membuat air yang diterima pelanggan berkualitas baik, yang sebelumnya keruh dalam waktu dua tahun. Peningkatan laba juga signifikan, dari yang hanya Rp700 juta menjadi Rp10 milyar lebih.

Selain itu, Sambungan Rumah (SR) pelanggan juga naik dari seribu pertahun menjadi seribu perbulan. Dirinya juga sempat menanyakan target SR kepada Walikota Cirebon, ternyata target 20.000 tapi terealisasi hanya 12.000 saja. Ini juga yang akan dikejarnya.

“Hasil audit kinerja selama menjadi direktur PDAM Kota Tanggerang bernilai baik, sedangkan dari BPK sudah WTP yang sebelumnya disclaimer. Yang mengakibatkan pejabat sebelum saya masuk penjara. Karena itu, bukti audit ini saya selalu bawa, karena kemanapun dimanapun saya menjabat pasti akan ditanyakan kok Pak Yanto engga selesai di PDAM Kota Tanggerang,” ucapnya.

Terkait pengembangan PDAM kedepannya, Suyanto akan menerapkan pola dan konsep sebelumnya, tentu dengan koordinasi dan ijin dari dirut serta dirum.

“Kita berupaya pengembangan PDAM, tidak menggunakan anggaran APBD. Tapi menggandeng pihak swasta guna kerjasama investasi pembiayaan. Ini menjadi pilihan yang terbaik saat ini,” tandasnya. (Gus)