KAB. CIREBON, (FC).- Pengurus asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Cirebon menyambut positif kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) untuk pembiayaan KPR rumah non subsidi dengan DP 0 persen.

Kebijakan pemerintah bersama Bank Indonesia yang akan diberlakukan mulai 1 Maret 2020 tersebut diharapkan mampu merangsang pertumbuhan pasar rumah non subsidi yang saat ini nyaris stuk.

Tahun lalu saja, REI Cirebon mencatat pertumbuhan pasar rumah non subsidi di Cirebon tak kurang dari 5 persen.

“Rumah Non Subsidi itu bisa dipastikan pertumbuhannya minus, jadi gak tumbuh dibandingkan dengan tahun yang lalu,” kata Ketua REI Cirebon, Gunadi kepada FC, Jumat (26/2).

Kondisi ini berbeda jauh dengan KPR rumah subsidi yang tumbuh positif. Kebutuhan rumah tinggal tak bisa ditunda walau di masa pandemi.

“Rumah non subsidi yang tidak bisa tumbuh. Makanya pemerintah memberikan stimulus, memberikan rangsangan agar pertumbuhan properti ini tidak hanya rumah-rumah yang subsidi saja yang bisa bertahan atau bisa terpenuhi,” kata Gunadi.

Pemerintah lanjut Gunadi, melihat bahwa pertumbuhan properti ini sebagai salah satu garda terdepan untuk pemulihan ekonomi nasional karena multiplayer efeknya banyak. .

Sektor properti melibatkan banyak tenaga kerja yang terserap di level UMKM mulai dari pengrajin batu bata, pasir, genteng hingga kuli batu.

“Makanya pemerintah mendorong properti ini sekuat-kuatnya agar multiplayer efeknya besar. Banyak tenaga kerja terserap. UMKM Batu Bata, UMKM Batu, pasir, semuanya bergerak,” jelas Gunadi

Berkaitan kebijakan DP 0 persen rumah non subsidi ini, bagaimana dukungan dari bank pelaksana KPR?

Gunadi menjelaskan hal tersebut dikembalikan kepada kebijakan perbankan. Bank pelaksana boleh melakukan LTV 0 persen kjika NPL nya dibawah 5 persen.

Yang jelas, kata Gunadi, perbankan sekarang sudah memberikan kelonggaran, tak lagi ada pengetatan batasan pemohon untuk persetujuan KPR.

“Sekarang perbankan sudah mulai membuka yang kemarin pembatasan-pembatasan pemohon. Karyawan kontrak, wiraswasta kemarin hampir tidak bisa sama sekali. Sekarang kesempatan itu sudah mulai dibuka, sudah mulai dihitung dengan rasio yang wajar,” ungkap Gunadi. (Andriyana)