KOTA CIREBON, (FC).- Rayap besi, istilah itu tidak merujuk ke nama serangga, melainkan pada pelaku kriminal yang mencuri benda-benda logam, baik milik perorangan maupun milik umum atau pemerintah.

Fenomena terjadi bukan hanya di kota-kota besar di Indonesia saja, kini  rayap besi sudah merambah ke Kota Cirebon.

Tiga unit besi berbentuk bulat penutup saluran air limbah, di beberapa titik jalan di Kota Cirebon raib “dimakan” rayap besi.

Hilangnya penutup air limbah tersebut, tentu saja dapat membahayakan masyarakat yang sedang melintas. Terutama pengguna, jalan dikarenakan bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas dikarenakan diameter cukup lebar dan lubang pembuangan air limbah yang cukup dalam.

Sub Koordinator Seksi Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Domestik, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Branantyo mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian pencurian tersebut.

Kejadian tersebut membuat pihaknya langsung melakukan survei ke lapangan, untuk melihat dan menginventarisir secara langsung kondisi saluran tersebut.

“Tadi kita sudah lihat secara langsung terdapat 3 titik saluran limbah yang hilang penutupnya, ini juga sekaligus respon kami dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang peduli dan merasa terganggu dengan keamanan fasilitas publik,” katanya, Rabu (26/11).

Masih kata Branantyo, pihaknya juga telah meminta rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian ketika pencurian berlangsung.

Disebutkannya, kejadian pencurian sendiri berlangsung pada hari Minggu (23/11) pada pukul 04.08 pagi. Dari CCTV yang didapat, seorang pria menggunakan becak terpantau mengambil fasilitas milik pemerintah tersebut.

Penutup saluran air limbah tersebut memiliki diameter 33 cm, dengan tinggi lubang diperkirakan sedalam 2 meter. Penutup saluran air limbah sendiri terbuat dari material baja yang cukup berat.

“Dan penutup tersebut dibuat sudah beberapa puluh tahun, dan kalau misalkan dijual itu mungkin nilainya tidak seberapa. Tapi bahaya bagi keselamatan masyarakat lebih besar. Jadi bagi siapapun yang mengambil ya kita harapkan untuk mengembalikannya,” jelasnya.

Branantyo mengungkapkan, perbaikan akan dilakukan maksimal pada esok hari, Kamis (27/11) pagi.

“Maksimal itu besok hari, dan kita akan perbaiki penutup tersebut tidak dengan bahan metal lagi, kita akan buat dengan bahan beton seperti plat duiker namun desainnya tetap bulat seperti kondisi eksistingnya,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar membantu melaporkan jika terjadi hal yang sama, dan bekerjasama untuk menjaga fasilitas umum yang sudah diberikan.

“Inikan saluran pembuangan limbah milik kita bersama, jadi saya minta tolong untuk masyarakat untuk menjaga baik-baik dan sama-sama mengawasi keberadaan fasilitas  umum tersebut,” tutupnya. (Agus)