Ratusan Siswa SMAN 1 Tukdana Indramayu Diduga Keracunan MBG
INDRAMAYU, (FC).- Sebanyak 105 siswa SMAN 1 Tukdana di bawa ke rumah sakit terdekat agar mendapat pertolongan medis, ratusan siswa tersebut diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (5/10) kemarin.
Humas SMAN 1 Tukdana, Warsa, mengatakan, rata-rata para siswa SMAN 1 Tukdana mengalami gejala mual, pusing, muntah-muntah, dan lainnya setelah menyantap menu MBG kemarin.
Menurut dia, berdasarkan dugaan sementara hal itu disebabkan menu ayam dalam MBG yang dibagikan kepada siswa kondisinya sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
“Sebenarnya, kemarin itu dari guru sudah mencurigai menu ayam yang berbau tidak sedap, tetapi siswa menuntut untuk cepat-cepat dibagikan, karena sudah jam istirahat, dan kemungkinan lapar juga,” kata Warsa saat ditemui di SMAN 1 Tukdana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Selasa (6/10).
Ia mengatakan, temuan itu sempat dilaporkan kepada PIC yang bertanggung jawab mendistribusikan MBG ke SMAN 1 Tukdana, sehingga langsung ditindaklanjuti, dan mengirim menu ayam goreng dalam wadah besar.
Namun, sebagian siswa telah menyantap menu yang dibagikan sebelumnya, meski sempat mencurigai bau tidak sedap dari menu ayam pada MBG tersebut, karena kondisi yang sudah lapar.
Bahkan, pihaknya mengakui, ayam goreng yang dikirimkan PIC MBG SMAN 1 Tukdana hampir tidak ada yang menyentuhnya, karena rata-rata telah menyantap menu makanan pada paket yang telah dibagikan.
“Dari situ, beberapa siswa mengeluhkan mual hingga pusing, bahkan ada juga yang baru merasakannya ketika pulang ke rumah, sehingga langsung dibawa ke Puskesmas Tukdana dan Puskesmas Kerticala,” ujar Warsa.
Karenanya, Warsa pun bergegas mendatangi Puskesmas Tukdana dan Puskesmas Kerticala pada Senin sore untuk mengetahui lebih lanjut kondisi siswanya yang diduga keracunan itu.
Ia menyampaikan, hanya sebagian siswa yang harus menjalani rawat inap di dua puskesmas tersebut, karena rata-rata hanya datang untuk berobat kemudian pulang ke rumahnya.
Warsa mengakui, terdapat dua siswa SMAN 1 Tukdana yang harus dirujuk ke RSUD Indramayu, tetapi hingga kini jajarannya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan kondisinya.
“Hari ini, sebagian besar siswa sudah masuk sekolah, meski ada beberapa yang tidak masuk, karena sakit. Kami juga mewanti-wanti siswa yang sudah masuk untuk izin pulang apabila masih mengalami gejala seperti kemarin,” pungkasnya.
Perkembangan terakhir, jumlah siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 143 orang.
Angka ini meningkat dari data awal yang sebelumnya tercatat ada sebanyak 105 siswa.
Penambahan jumlah siswa yang terdampak keracunan ini berdasarkan data terbaru yang dicatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu.
“Tindak lanjut dari Dinkes yang paling utama adalah kami lakukan penanganan korban yang terdampak keracunan,” kata Kepala Dinkes Indramayu, Wawan Ridwan, kepada wartawan, Selasa (6/10).
Diketahui, ratusan siswa yang terdampak keracunan MBG ini berasal dari berbagai tingkatan kelas di sekolah setempat.
Mereka sebelumnya mengeluhkan pusing, mual, hingga sakit perut seusai mengonsumsi makanan MBG di sekolah pada Senin (5/10).
Pihak sekolah langsung melakukan langkah darurat dengan mengevakuasi para korban ke puskesmas terdekat serta merujuk sebagian siswa ke RSUD Indramayu.
Rinciannya, ada sebanyak 8 orang harus menjalani rawat inap di puskesmas. Dari perkembangan terbaru, sebanyak 7 siswa di antaranya sudah boleh pulang dan tinggal 1 siswa lagi yang masih dirawat. Adapun jumlah siswa yang harus dirujuk ke RSUD Indramayu awalnya tercatat ada sebanyak 5 siswa.
Setelah mendapat penanganan medis, 3 siswa kini sudah boleh pulang dan tinggal 2 siswa lagi yang masih dirawat.
Dinkes Indramayu juga mencatat masih ada 41 siswa yang diharuskan untuk menjalani rawat jalan guna memastikan kondisi kesehatan mereka. Adapun sisanya dipastikan sudah berangsur pulih seusai mendapat penanganan awal pasca-keracunan. Sebagian besarnya bahkan sudah kembali bersekolah pada hari ini.
Selain menjamin pemulihan kondisi kesehatan para siswa, Dinkes Indramayu juga melakukan langkah investigasi di lapangan untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan massal. (Tim/FC)








Tinggalkan Balasan