Ratnawati Dorong UMKM Cirebon Naik Kelas
KAB.CIREBON, (FC).- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Hj. Ratnawati, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing melalui penguatan literasi keuangan, akses permodalan, legalitas usaha, dan perluasan pemasaran.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi BUMN, literasi keuangan, dan pengelolaan keuangan keluarga di salah satu hotel di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/10).
Ratnawati menilai, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Namun, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan modal.
Pelaku usaha juga perlu meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui Yayasan Mitra Sehati, berbagai program pemberdayaan telah dilakukan untuk mendukung pelaku usaha di wilayah Cirebon dan Indramayu.
Program tersebut meliputi pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, fasilitasi sertifikasi produk, bantuan peralatan produksi, hingga dukungan pemasaran.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Salah satu fokus pemberdayaan adalah meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk.
Pelatihan digitalisasi yang dilaksanakan selama tiga hari di Bandung menjadi bagian dari upaya membekali pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pemasaran modern. Peserta juga mendapat dukungan peralatan sesuai kebutuhan usaha untuk menunjang kapasitas produksi.
Selain itu, legalitas usaha dan sertifikasi produk menjadi perhatian, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, serta izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi produk yang memenuhi ketentuan.
Kelengkapan administrasi dan sertifikasi tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Untuk mendukung pemasaran secara langsung, Yayasan Mitra Sehati juga memiliki tiga mobil UMKM yang ditempatkan di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
Kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan bazar, pasar murah, serta penjualan produk UMKM.
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, akademisi, perbankan, dan berbagai pihak juga terus didorong guna memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan keterampilan pelaku usaha.
Pemberdayaan masyarakat turut menyasar sektor pertanian dan peternakan melalui program ASRI yang melibatkan kelompok wanita tani di sejumlah desa di Jawa Barat.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Hasil panen berupa telur dan sayuran disinergikan dengan upaya membantu pemenuhan kebutuhan pangan anak-anak yang mengalami stunting di wilayah setempat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Di sektor pariwisata dan budaya, pengembangan potensi lokal juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan. Melalui program Sapa Budaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berbagai kesenian daerah di wilayah Cirebon dan Indramayu mendapat ruang untuk ditampilkan dan diperkenalkan kepada masyarakat.
Salah satu kegiatan digelar di kawasan Goa Sunyaragi, Kota Cirebon, dengan menghadirkan pertunjukan seni serta kunjungan pelajar untuk mengenal kekayaan budaya daerah.
Pengembangan desa wisata juga dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari kuliner, produk oleh-oleh, hingga penyediaan penginapan atau homestay milik warga.
Dengan promosi dan pengelolaan yang baik, potensi wisata lokal diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM.
Melalui berbagai program tersebut, Ratnawati mendorong agar peningkatan literasi keuangan berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kemampuan mengelola keuangan keluarga, akses permodalan yang tepat, serta pengembangan usaha produktif diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Cirebon dan sekitarnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan