Rasa Jenuh Berbuah Ide Cemerlang, Isni Ciptakan Banana Milk Pertama di Cirebon
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Ide muncul saat kejenuhan tak terbendung memang benar adanya, salah satunya Isni Laila owner Banana Milk Cirebon, yang merupakan produk kue pastry berbentuk pisang pertama di Cirebon.
Isni Laili, wanita berusia 35 tahun yang juga merupakan seorang ibu dari 2 orang anak mengawali bisnisnya pada tahun 2016 silamh dikarenakan adanya kejenuhan yang tak terbendung.
Sebab, awalnya Isni yang semulanya merupakan pegawai di sebuah bank sebagai supervisor kartu kredit harus menghentikan karirnya guna mengurus anak-anak dirumahnya.
Bagi Isni, yang terbiasa sibuk berkiprah disana-sini dan tiba-tiba harus diam di rumah tanpa adanya kesibukan diluar mengurus rumah tangga, merupakan hal sangat membosankan.
“Saya rasa ko sepi, ga ada kerjaan yang bikin sibuk diluar ngurus anak dan suami, saya bosan sekali selama 1 tahun. Walaupun memang saya ikut pelatihan masak dan buat kue,” ungkap Isni saat wartawan FC berkunjung ke kediamannya, Senin (12/10).
Selain itu, dirinya pun merasa kurang memperhatikan anaknya pada saat itu sebab saat masih menjadi karyawan aktif di bank swasta tersebut dirinya kerap pergi pagi dan pulang malam. Sehingga, ia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga.
Bagi wanita yang lulusan Akademi Perawat ini, sesibuk-sibuknya menjadi ibu rumah tangga, dirinya masih ingin memiliki kegiatan lain yang dapat membuat dirinya lebih produktif dan berguna.

Hingga, akhirnya ia berfikir untuk membuat kue-kue seperti pie, bolu, roti, mpek-mpek, dan beberapa kue lainnya termasuk Banana Milk ini.
“Saya coba-coba bikin terus saya bawa ke temen-temen di kantor dulu saya kerja. Alhamdulillah responnya baik banget, mereka bilang enak,” ucap Isni.
Berawal dari promosi mulut ke mulut, akhirnya Isni kerap menerima pesanan untuk acara-acara tertentu yang diadakan oleh kantor dulu ia bekerja.
“Kan kalo briefing atau apa suka sampe malem, alhasil males kan cari jauh-jauh untuk snack atau makanan lainnya, terus akhirnya temen-temen itu milih untuk pesan ke saya,” ungkap Isni pada FC.
Semakin antusiaslah Isni, dalam menjalankan usahanya. Dilanjut usaha dirinya mendapat masuka dari temannya untuk menjadikan produknya sebagai oleh-oleh Cirebon.
Mulai dari situlah, Isni membuka pre order untuk kue Banana Milk miliknya dan dari situlah ia mulai mengembangkan usahanya dengan menjual ke beberapa rumah makan dan toko oleh-oleh di Kota Cirebon.
“Saya jualnya berdasarkan pesanan sih, tapi memang tiap weekday atau apalagi weekend banyak tuh yang minta pesanan 20-30 kotak kecil isi 6 dengan varian rasa untuk rumah makan ataupun toko oleh-oleh,” ujar Isni.
Wanita yang masih dipercaya sebagai perekrut kerja karyawan bank ini mengaku, masih belum bisa sediakan langsung atau ready order untuk banana milknya.
Sebab, baginya Banana Milk lebih nikmat ketika masih baru atau hangat. Meski, saat diuji lab di Bandung ketahanan makananya mencapai 9 hari. Namun, baginya makanan basah lebih baik dikonsumsi segera.
Isni juga mengatakan, untuk saat ini ia terhambat oleh SDM yang ada. Sebab, masyarakat disekitarnya banyak yang memilih untuk bekerja lepas di waktu dan hari tertentu atau ramai.
Meski begitu, saat ini dirinya dan 2 orang karyawan lainnya masih sanggup bekerja dan menangani semua pesanan yang ada.
“Alhamdulillah masih bisa ditangani dengan adanya 2 orang pegawai juga, dan lagipula yang menerima pesanan yang masuk ataupun data-data yang masuk sudah ditangani adik saya,” ujar Isni.
Isni mengaku, dirinya sangat bersyukur hingga saat ini, terlebih kondisi pandemi penjualan dalam kota masih stabil terutama di kala Weekend.
“Pemesanan di weekday perhari 20-30 box hanya untuk 1 sampai 3 toko dan sisanya pemesanan per box perorangan. Namun, pas weekend itu bisa sampai 30 box lebih di tiap toko oleh-oleh atau rumah makan,”ujar Isni.
Sehari, lanjutnya, itu relatif ada 3 toko lebih. Pokoknya setiap weekend tiba pesanan pasti lebih banyak dibanding weekday. Sehingga, menutupi penurunan dikala weekday, terlebih di masa pandemi.
Baginya, yang berkurang dikala pandemi ini hanyalah pemesanan luar kota yang biasanya mencapai 2-3 kali perminggu. Kini hanya, 2 kali perbulan. Juga, pemesanan tiap hajatan pun berkurang 50% dari biasanya.
Meski, begitu Isni tetap bersyukur dengan segala kondisi yang ada sebab, baginya usaha itu perlu dilakukan kesabaran, ketelatenan, dan kemauan.
Untuk varian rasanya sendiri terdapat 7 varian yaitu silverqueen, Silverqueen berry yogurt, choco green tea, chocolate, kismis, silverqueen greentea, dan cheese. (Sarrah/Job/FC)








Tinggalkan Balasan