Rahardjo Jali Buka Suara Pengeloaan Goa Sunyaragi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Rahardjo Jali atau yang mengklaim dirinya sebagai Sultan Aloeda II yang berhak atas tahta Keraton Kasepuhan, akhirnya buka suara terkait pengeloaan Goa Sunyaragi.
Semula, Badan Pengurus Taman Air Goa Sunyaragi (BP TAGS) yang mengelola Goa Sunyaragi, kini telah berpindah pengelolaan kepada pengelola baru yang langsung di bawah pengawasan Patih Sepuh Keraton Kasepuhan. Atas hal itu Rahardjo memiliki kepentingan atas permasalahan tersebut.
Pasalnya sebagai pewaris sah Keraton Kasepuhan, memaksa dirinya harus turun tangan guna membenahi kondisi yang terjadi situs cagar budaya nasional tersebut.
Untuk itu, dalam waktu dekat Rahardjo akan datang ke Goa Sunyaragi.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan ke Goa Sunyaragi. Terkait pengelolaanya saya juga akan membuat SK-nya. Tentu akan mengutamakan mereka yang telah lama mengabdikan dirinya di Goa Sunyaragi,” jelasnya kepada FC, Selasa (16/11).
Dikatakannya, selain untuk meninjau langsung kondisi Goa Sunyaragi terbaru, kedatangannya juga untuk bertemu langsung para pengelola yang selama ini telah mengabdikan dirinya secara sukarela.
Dia juga menilai, polemik pengelolaan yang terjadi kemarin hingga sempat ditutupnya Taman Wisata Air Sunyaragi, disesalkannya.
“Persoalan kisruhnya pengelolaan Goa Sunyaragi hingga tersingkir pengelola lama, ini menjadi bukti Keraton Kasepuhan tidak profesional,” tegasnya.
Sementara, terkait akan adanya rencana digelarnya Festival Seni Budaya Nusantara yang akan mengundang para sultan dan raja-raja se Nusantara di Taman Wisata
Air Goa Sunyaragi, yang akan berlangsung selama tiga hari, pada 26-28 November 2021, pihaknya dengan tegas menolak acara tersebut.
“Pertama harus dipahami dulu asal muasal nama dari Sunyaragi. Sunya mengandung arti sunyi atau sepi dan ragi artinya raga, maka bisa disimpulkan tempat ini sebagai tempat menyepi raga atau menenangkan diri. Selain itu penyelenggaranya juga saya nilai tidak berkompeten,” ucapnya.
Ditambahkannya, untuk menyelenggarakan sebuah festival silahkan digelar di tempat lain saja, sebab Taman Goa Sunyaragi merupakan tempat sakral yang tak bisa digunakan keramaian. (Agus)








Tinggalkan Balasan