KOTA CIREBON, (FC).– Di hadapan para kader PKK, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi para kader yang selama ini menjalankan pengabdian di tengah kesibukan keluarga dan aktivitas sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Cirebon Tahun 2026 di GOR Bima, Rabu (9/9).

“Setiap kali saya bertemu dengan para kader PKK, ada rasa bangga sekaligus haru. Saya tahu, sebelum datang ke sini, ibu-ibu sudah menyelesaikan berbagai urusan di rumah, menyiapkan keluarga, kemudian meluangkan waktu untuk hadir dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama gerakan PKK. Sebab, PKK tumbuh dari masyarakat dan bekerja di lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan warga, yakni keluarga.

Berbagai persoalan seperti stunting, pemenuhan gizi keluarga, kesehatan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat, menurut Wali Kota, tidak cukup hanya diselesaikan melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar program yang dirancang dapat berjalan secara tepat dan berkelanjutan.

“Kebijakan yang baik membutuhkan kerja bersama agar sampai kepada masyarakat. Kader PKK menjadi salah satu jembatan penting antara program pemerintah dengan kebutuhan warga. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian yang selama ini diberikan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian. Disampaikan bahwa peringatan HKG PKK bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali melihat sejauh mana gerakan PKK memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Tahun ini, HKG PKK ke-54 mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

“Gerakan PKK harus terus menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan. Penguatan 10 Program Pokok PKK bukan hanya tentang menjalankan kegiatan, tetapi bagaimana setiap program benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan keluarga,” kata Noviyanti.

Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK juga perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar program pemberdayaan keluarga dapat memberikan hasil yang lebih nyata.

“PKK bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang tumbuh bersama keluarga Indonesia. Karena itu, setiap kegiatan harus memiliki manfaat nyata, baik dalam penguatan karakter, pemberdayaan ekonomi, edukasi, kepedulian lingkungan, maupun dalam membangun semangat gotong royong,” ujarnya.

Melalui peringatan HKG PKK ke-54, seluruh kader diharapkan semakin memahami bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Kehadiran di lingkungan sekitar, perhatian terhadap keluarga, serta kesediaan membantu warga juga menjadi bagian penting dari gerakan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga momentum HKG PKK ke-54 ini semakin mempererat kebersamaan dan meneguhkan semangat pengabdian. Dengan menguatkan 10 Program Pokok PKK dan menjalankan Asta Cita secara konsisten, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Agus)