KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mulai mencanangkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2026.

Program tersebut menyasar puluhan ribu siswa sekolah dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Luar Biasa (SLB), pondok pesantren, hingga anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan formal.

Melalui program BIAS, pemerintah berupaya mempertahankan tingkat kekebalan tubuh anak sekaligus memperpanjang masa perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr Hj Eni Suhaeni melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Mona Isabella Saragih yang disampaikan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Dede Kurniawan mengatakan, pelaksanaan BIAS dilakukan secara bertahap dengan sasaran utama siswa SD sederajat kelas 1, 2, 5, dan 6.

“Imunisasi ini akan diberikan di berbagai satuan pendidikan, termasuk SD, MI, SLB, pondok pesantren, maupun anak usia sekolah yang tidak sekolah,” ujar Dede melalui pesan WhatsApp, Senin (31/8).

Dede menjelaskan, BIAS merupakan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi dasar.

Program tersebut bertujuan mempertahankan kekebalan dan memperpanjang perlindungan terhadap sejumlah penyakit, seperti Campak Rubela, Tetanus, Difteri, hingga pencegahan kanker leher rahim melalui vaksin HPV.

Adapun sasaran program BIAS tahun ini meliputi 41.003 siswa kelas 1 SD/MI, 41.562 siswa kelas 2, dan 40.936 siswa kelas 5.

Selain itu, terdapat sasaran imunisasi kejar HPV, yakni 121 siswa kelas VI SD/MI yang belum mendapatkan vaksin saat kelas V serta 17.758 siswa kelas IX SMP/MTs yang belum memperoleh vaksin sesuai jadwal.

“Target kami adalah mencapai minimal 95 persen cakupan imunisasi untuk setiap antigen vaksin di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon,” katanya.

Dede menyebutkan, jadwal pemberian imunisasi disesuaikan dengan kelompok usia siswa. Untuk kelas 1 atau anak usia 7 tahun, vaksin Campak Rubela (MR) diberikan pada Agustus 2026, sedangkan vaksin Difteri Tetanus (DT) dijadwalkan November 2026.

Kemudian, siswa kelas 2 usia 8 tahun dan kelas 5 usia 11 tahun mendapatkan vaksin DT pada November 2026. Sementara vaksin HPV dosis pertama diberikan kepada siswi kelas 5 pada Agustus 2026 dan dosis pertama untuk siswi kelas 6 pada bulan yang sama, tapi itu imunisasi kejar karena sewaktu kelas 5 nya belum mendapatkan HPV.

Menurut Dede, vaksin HPV memiliki peran penting dalam mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi salah satu penyebab utama kanker serviks serta beberapa penyakit lainnya.

“Vaksin HPV membantu melindungi individu dari infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker lainnya,” jelasnya.

Dede mengungkapkan, capaian sementara pelaksanaan BIAS hingga 28 Agustus 2026 untuk vaksin MR telah mencapai 24.008 sasaran atau 58,55 persen. Sedangkan vaksin HPV tercatat sebanyak 18.918 sasaran atau 49,94 persen.

Ia menambahkan, pelaksanaan program BIAS telah dipersiapkan sejak jauh hari dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

“Pelaksanaan BIAS ini berpedoman pada SKB 4 Menteri untuk memperkuat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah,” pungkasnya. (Ghofar)