KAB. CIREBON, (FC).- Puluhan peserta mengikuti Pemilihan Duta Batik Cirebon yang berlangsung meriah di Pasar Centra Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/12).

Para peserta begitu antusias mengikuti ajang lomba memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cirebon ini.

Event ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerjasama dengan Sanggar Cetra Batik Trusmi dan Diamond Management.

Dengan mengenakan beragam busana batik, para peserta berusaha menampilkan yang terbaik di atas panggung.

Mereka dinilai oleh tim dewan juri yang terdiri dari manajemen artis Jakarta, trainer modelling Cirebon, Putra Pariwisata Indonesia 2021, dan ada juga artis pemain sinteron.

Pimpinan Umum Diamond Management, Teuku Dermawan Riyansyah mengatakan, selain Pemilihan Duta Batik Cirebon juga telah digelar Lomba Tari Topeng 5 Wanda + Pati pada minggu lalu, dan dibuka oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

“Ini merupakan rangkaian dari Minggu lalu, yaitu Lomba Tari Topeng Lima Wanda + Pati yang kita adakan pada 19 Desember 2021,” jelas Poepoen, sapaan akrab Teuku Dermawan Riyansyah kepadaFC, Minggu (26/12).

Tujuan digelarnya event ini adalah untuk melestarikan kebudayaan, baik kesenian tari maupun batik Cirebon khususnya dan batik Jawa Barat pada umumnya. Gelaran event ini mengusung tema Batik Cirebon Inspiring Fashion & Art.

“Hal itulah yang melatarbelakangi diadakan event ini. Yang pastinya adalah untuk melestarikan kebudayaan Tari Topeng. Dan juga untuk melestarikan, mengembangkan, memperkenalkan batik-batik khas Cirebon pada khususnya, dan juga batik Jawa Barat serta batik nusantara pada umumnya,” ujarnya.

Pemilihan Duta Batik Cirebon diikuti oleh 50 peserta yang terbagi menjadi 3 kategori usia, yaitu kategori A usia dibawah 7 tahun, kategori B usia 8-12 tahun, dan Kategori C usia 13 – 23 tahun.

Sedangkan untuk Lomba Tari Topeng terbagi 4 kategori, yaitu Kategori A usia SD Kelas 1, 2, 3, Kategori B usia SD Kelas 4, 5, 6, dan Kategori C usia SMP serta Kategori D usia SMA.


“Kategori penilaian untuk Pemilihan Duta Batik yaitu dari Catwalk, Kostum, yang pasti mereka memakai batik, yang kadar batiknya itu lebih besar daripada bahan-bahan lainnya, harus 75 persen pakaian batiknya,” ungkap Poepoen.

Para peserta boleh menggunakan batik Cirebon, Batik Jawa Barat, ataupun Batik Nusantara. Selain itu, penilaian juri juga meliputi ekspresi dan performance. Gelaran event ini juga turut meramaikan pasar Centra Batik Trusmi.

“Kemudian dari segi teknik juga, pokoknya all in one. Kemudian untuk topeng, penilaiannya ada wirasa, wiraga, wirama, ada teknik, juga ada ekspresi dan performance serta kostum juga,” jelasnya

Rencananya, kegiatan event di Pasar Centra Batik Trusmi ini akan menjadi agenda rutin tahunan.

“Kita ada lanjutannya, kita akan bawa Duta Batik Cirebon ini untuk mengikuti pemilihan Duta Batik Jawa Barat nanti di tahun depan,” tukasnya.

Selain itu, Duta Batik Cirebon akan dilibatkan dalam setiap event kegiatan kepariwisataan untuk mengenalkan Batik Cirebon khususnya.

“Memperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk memberi tahu makna filosofi dari batik Cirebon itu sendiri ataupun dari batik nusantara itu sendiri,” tukasnya. (Andriyana)