Puluhan Motor Knalpot Brong yang Dikendarai Pelajar Ditilang
KOTA CIREBON, (FC).– Razia knalpot brong yang digelar Satlantas Polres Cirebon Kota (Ciko) di depan Mapolsek Kesambi, Rabu (9/9), membuat 21 sepeda motor ditilang. Sebagian kendaraan tersebut diketahui milik pelajar yang hendak berangkat ke sekolah.
Penindakan itu berdampak pada aktivitas belajar. Sejumlah pelajar yang kendaraannya terkena razia terpaksa terlambat mengikuti pelajaran karena harus menjalani proses penilangan.
Dalam razia tersebut, petugas menghentikan satu per satu sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar. Kendaraan yang ditilang kemudian diamankan di Mapolsek Kesambi sebelum dibawa ke Mako Polres Cirebon Kota.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto melalui Kanit Turjawali Iptu Nuryoto mengatakan, penertiban dilakukan sesuai arahan pimpinan dengan menyasar kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan.
“Dalam penertiban ini, kami mengamankan 21 kendaraan,” kata Nuryoto.
Menurutnya, para pengendara diberikan bukti pelanggaran berupa tilang dan diminta mengganti knalpot tidak standar dengan knalpot sesuai ketentuan.
“Tindakannya kami beri bukti pelanggaran yaitu tilang, supaya masyarakat mengganti knalpot yang tadinya knalpot tidak standar diganti dengan standar,” ujarnya.
Nuryoto mengatakan, sosialisasi terkait penggunaan knalpot standar sebenarnya telah dilakukan berulang kali melalui media sosial, program Police Go to School hingga pemasangan spanduk. Namun, penindakan tetap dilakukan karena masih adanya keluhan masyarakat.
“Untuk membuat masyarakat yang lain nyaman. Karena banyak keluhan masyarakat, knalpot yang tidak sesuai dengan ketentuan bisa mengganggu kenyamanan masyarakat yang lain,” tuturnya.
Polisi memastikan penertiban knalpot brong akan terus dilakukan di sejumlah lokasi. Pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar akan ditindak dan diarahkan untuk menggantinya.
“Kami mengimbau gunakanlah kendaraan dengan knalpot yang standar. Knalpot yang tidak sesuai standar itu mengganggu kenyamanan masyarakat lain,” pungkas Nuryoto. (Agus)








Tinggalkan Balasan