KOTA CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron menerima kedatangan puluhan banthe atau Biksu yang tengah melakukan ritual thudong yaitu berjalan kaki dari Nakhon Si Thammarat, Thailand ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Puluhan Biksu tersebut diterima Bupati Cirebon di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (20/5).

Imron menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi kepada para Biksu yang memilih Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah perlintasan dalam perjalanan keagamaan tersebut.

“Mohon maaf saya baru bisa menemui para Biksu ini, padahal mereka melintasi Kabupaten Cirebon sejak beberapa hari lalu,” kata Bupati Imron.

Menurut Imron, ia sangat terharu melihat keramahan masyarakat terhadap para Biksu. Terlihat, masyarakat sangat antusias hingga memberikan makanan hingga minuman. “Ini bentuk kegembiraan juga untuk saya, masyarakat di sini sangat toleransi. Saya lihat mereka toleransi tidak melihat agamanya apa,” kata Imron.

Puluhan Biksu yang berasal dari Thailand melakukan perjalanan kaki ribuan kilometer menuju Candi Borobudur untuk memperingati Hari Raya Waisak pada Minggu (4/6).Biksu tersebut berasal dari Thailand, Singapura, Malaysia dan satu Biksu yang berasal dari Kota Cirebon. Puluhan Biksu atau banthe tersebut berjalan kaki dari Thailand Selatan melewati Malaysia, Singapura, dan masuk Indonesia melalui Batam.

“Thudong itu jalan kaki. Tahun ini tahun pertama melintasi Nusantara. Titik akhirnya di Muntilan Borobudur,” ujar Panglima Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, saat mengenalkan para Biksu di depan Bupati Cirebon.

Menurut dia, dari Thailand para Biksu tersebut berangkat mulai 23 Maret 2023. Dari situ para Biksu menempuh perjalalanan selama 10 hari sampai ke perbatasan Malaysia dan tiba di Batam pada 8 Mei. Pada 9 Mei rombongan tiba di Jakarta.

“Di Jakarta kita dilepas oleh Dirjen Binmas Agama Budha Kemenag Republik Indonesia. Target kita sampai di Borobudur itu Juni, pas perayaan puncak Hari Raya Waisak,” imbuhnya.

Diaz mengatakan sangat bangga dan terharu dengan sambutan masyarakat Indonesia, khususnya yang dilewati oleh rombongan Biksu thudong. (Ghofar)