PSBB Jakarta Tak Pengaruhi Perjalanan Kereta Api
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC). – Adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta, tak mempengaruhi operasional PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon memastikan perjalanan kereta api (KA) masih tetap berjalan seperti biasa.
“Kita tetap normal ada 60 perjalanan kereta api, dengan rincian 40 perjalanan kereta api barang dan 20 perjalanan kereta api penumpang,” kata Luqman Arif kepada FC, Rabu (16/9).
Luqman mengatakan PT. KAI masih tetap mengoperasikan perjalanan kereta api jarak jauh demi melayani masyarakat. Begitu juga perjalanan kereta api untuk tujuan DKI Jakarta masih berjalan walaupun Jakarta sudah melakukan PSBB.
Selama bulan September ini terdapat 20 kereta api penumpang yang melintasi Daerah Operasional (Daop) 3.
“PT. KAI akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Tidak ada pemberhentian perjalanan kereta api, 20 perjalanan kereta api ini juga melintas di sepanjang weekend Jumat, Sabtu, Minggu,” tuturnya.
Meski begitu, pihaknya belum bisa membandingkan tingkat okupansi penumpang sebelum dan sesudah pemberlakuan PSBB di daerah Jakarta. Adapun kereta api yang masih berjalan adalah KA Argo Bromo, KA Kertajaya, KA Taksaka, dan KA Bima.
Luqman melanjutkan, selama belum ada aturan khusus pemberhentian perjalanan kereta api dari Jakarta ke Cirebon masih tetap berjalan. Perjalanan kereta api yang masih dilakukan di daerah Dapo 3 Cirebon KA Kaligung untuk di bulan September.
“Untuk Argo Chairebon kita sudah hentikan di bulan September ini, yang beroperasi hanya kereta api Kaligung dari arah Parujakan ke arah Semarang,” paparnya
Dengan meningkatnya jumlah kasus covid-19 yang ada di Kota Cirebon sendiri PT. KAI tetap memperketat protokol kesehatan yang berlaku. Sebelum meningkatnya jumlah kasus covid-19 saat ini, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan ini dengan mewajibkan memakai masker.
“Selain itu juga mencuci tangan, lalu tidak lupa kami mengatur jarak diantara penumpang, juga penumpang wajib memakai face Shield yang kita sediakan untuk penumpang,” tandasnya. (Sakti)








Tinggalkan Balasan