Proyek Peningkatan Jalan Pabuaran – Ciledug Minim Rambu Pengaman
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Proyek peningkatan jalan Pabuaran – Ciledug yang lokasinya di sekitar pasar Desa Pabuaran Kidul, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon meresahkan pengguna jalan, lantaran lokasi pekerjaan proyek tersebut tanpa dipasang rambu pengaman hingga menimbulkan korban.
Tokoh pemuda Cirebon Timur, Opay Sandy kepada FC mengungkapkan, sebenarnya warga sangat senang karena jalan Pabuaran – Ciledug yang rusak parah kini dilakukan perbaikan.
Akan tetapi pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan tersebut juga harus memperhatikan keselamatan para pengguna jalan.
Meski masih dalam proses pekerjaan perbaikan, akan tetapi jalan tersebut juga masih digunakan hilir mudik para pengguna jalan, apalagi ketika waktu-waktu tertentu jalan tersebut sangat padat pengguna jalan.
“Perbaikan jalan ini menggunakan rigit beton. Sehingga dibeton sebagian, jalan yang sudah dibeton dengan yang belum dibeton perbedaannya ada sekitar 30 cm, bila tidak ada pengaman, pengguna jalan yang tidak tahu ada perbaikan jalan akan terperosok,” jelasnya, Senin (4/9).
Seperti salah satu contoh kejadian beberapa waktu lalu, ketika malam hari ada sebuah mobil minibus yang melintas di lokasi proyek pekerjaan rigid beton tersebut.
Namun karena pengendara bukan dari daerah sekitar, membuat pengendara tidak mengetahui bahwa jalan tersebut tidak rata, karena saat melintas berpapasan dengan pengendara sepeda motor, maka pengemudi mobil tersebut menepi ke tengah namun akhirnya ban bagian depan mobil terperosok.
“Saat itu saya lagi melintas mau ke Ciledug dan melihat langsung kejadian tersebut, yang sangat saya sayangkan kenapa pelaksana proyek tidak memasang rambu pembatas untuk pengamanan,” ungkap Sandy.
Pasca kejadian menurut Sandy, sebagai rasa simpati dirinya agar tidak ada korban lagi di lokasi proyek rigid beton tersebut dirinya mencari tahu siapa pelaksana proyek rigid beton di lokasi tersebut untuk memasang pembatas atau rambu lainnya, agar pengguna jalan mengetahui bila jalan tersebut masih dalam proses pekerjaan perbaikan.
Menurutnya, dengan dipasangnya rambu pembatas atau pengaman, diharapkan tidak ada lagi korban berikutnya apalagi di ujung rigid tersebut terdapat besi-besi besar yang sangat berbahaya. “Anehnya meski sudah ada korban di lokasi tersebut, namun sampai saat ini belum juga dipasang rambu pembatas atau rambu pengaman, padahal proyek pekerjaan jalan belum selesai dan sebagian badan jalan masih belum dibeton,” keluhnya.
Sandy berharap, agar instansi yang berwenang dalam hal ini Dinas PUTR Kabupaten Cirebon, melalui pengawas untuk menegur langsung kepada pelaksana pembangunan jalan tersebut untuk segera memasang rambu pengaman atau rambu pembatas jalan.
Kata dia, pelaksana pembangunan jalan jangan hanya mengambil keuntungan dari proyek pekerjaan tersebut tanpa memperhatikan keselamatan para pengguna jalan, padahal secara aturan melaksanakan proyek wajib memasang rambu pengaman atau rambu pembatas jalan.
“Kami atas nama warga dan para pengguna jalan hanya berharap kepada dinas terkait dalam hal ini dinas PUTR Kabupaten Cirebon untuk segera menginstruksikan kepada pelaksana proyek pembangunan untuk memasang rambu pengaman demi keselamatan para pengguna jalan,” harapnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan