Protokol Kesehatan di Proyek PLTU 2 Perlu Dicontoh Perusahaan Lain
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Penerapan protokol kesehatan yang dilakukan pada kegiatan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit 2 di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon perlu menjadi contoh bagi perusahaan lain.
Hal itu terungkap saat dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev) tim Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kabupaten Cirebon Sektor Kontruksi ke lokasi proyek pembangunan PLTU unit 2, Rabu (29/7).
Ketua Tim AKB Kabupaten Cirebon Sektor Kontruksi, Sugeng Raharjo, kepada FC mengungkapkan, dari hasil Monev yang dilakukan bersama tim, pelaksanaan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di proyek pembangunan PLTU unit 2 cukup membanggakan.
Karena, sambung dia, dengan tenaga kerja sebanyak 5.000 orang lebih, mampu melakukan protokol kesehatan yang maksimal kepada seluruh karyawan yang keluar masuk ke lokasi proyek. Sehingga tak ada temuan kasus covid-19 di lokasi proyek.
“Mudah-mudahan penerapan protokol kesehatan yang dilaksanakan di proyek PLTU unit 2 menjadi contoh perusahaan lain baik dalam proyek swasta maupun proyek pemerintah dimasa pandemi Covid-19,”ungkapnya.
Ditambahkan Sugeng, yang menarik dari pelaksanaan protokol kesehatan di proyek PLTU unit 2 diharapkan bisa diteruskan oleh karyawannya manakala pulang ke rumah dengan mensosialisasikannya kepada keluarga dan tetangga mereka.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah dalam upaya bersama-sama melakukan pencegahan penularan Covid-19, maka rantai penularan Covid-19 akan segera terputus.
” Besok akan ada evaluasi hasil Monev dilapangan dengan Bupati, yang jelas pelaksanaan Monev tim AKB Kabupaten Cirebon dari sektor kontruksi semua berjalan dengan baik dan tidak ada temuan karyawan di sektor kontruksi yang terpapar Covid-19,”terangnya.
Sementara tim kesehatan PT Hyundai Engineering & Contruction selaku main contraction proyek pembangunan PLTU unit 2, dr. Heru mengungkapkan, memasuki era AKB, pihaknya sampai saat ini masih menerapkan protokol kesehatan.
Setiap pekerja yang akan masuk site harus melapor ke klinik atau dilakukan pemeriksaan screening suhu serta evaluasi apakah memiliki tanda-tanda ke arah Covid-19.
Pengecekan kesehatan secara berkala kepada pekerja pun terus dilakukan sekaligus melakukan sosialisasi kepada pekerja terkait protokol kesehatan seperti cuci tangan, jaga jarak, menggunakan masker, sosial distancing.
Juga melakukan sosialisasi jika pekerja ada keluhan seperti batuk, demam atau tanda tanda lain kearah Covid-19 harus melapor ke klinik, dan akan dilakukan screening apakah ada tanda-tanda kearah Covid-19.
“Selama penerapan protokol kesehatan ini di dalam site tidak pernah ditemukan kasus Covid-19 sampai saat ini masih steril,” jelasnya.
Terkait banyaknya pekerja yang berasal dari luar daerah dan luar negeri, Heru menjelaskan, selama ini temuan terjadi diluar site, karena pihaknya menuntut bila akan masuk ke site maka mereka dipastikan telah melakulan medical chek up dan rapid test, dan hasilnya harus dilampirkan. Menurutnya ada beberapa pekerja yang sebelum masuk ke site melakukan rapid test dan ternyata hasilnya reaktif, maka pihaknya tidak bisa menerima mereka sampai ada pemeriksaan kelanjutan yang menyatakan bahwa pekerja tersebut telah aman dari paparan Covid-19.
“Yang kita temukan ada beberapa karyawan baru mereka melakukan medical chek up dan hasil rapid testnya dilampirkan, ada beberapa yang hasilnya reaktif, tetapi mereka masih diluar site kita,” tegasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan