Abraham menyebutkan, kondisi tersebut tidak hanya merugikan bagi wisatawan, melainkan para pelaku usaha atau mereka yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas kepariwisataan. Menurutnya, perolehan pendapatan daerah dari pajak para pelaku usaha kepariwisataan relatif cukup besar. Infrastruktur yang baik mutlak harus dinikmati.

“Tidak seperti tempo dulu, di mana pelaku usaha wisata cuma mereka yang memiliki modal kapital dan akses. Tetapi sekarang, wisata yang dikelola oleh masyarakat juga sudah banyak. Artinya, mereka itu bayar pajak, jadi harus didukung infrastruktur baik,” kata Abraham.

Ada tiga sektor unggulan wisata di Kabupaten Cirebon yaitu wisata ziarah di Kecamatan Gunungjati, wisata kuliner di Kecamatan Plered dan sekitarnya, serta wisata batik di Kawasan Batik Trusmi, Kecamatan Plered.