Pool Alat Berat Porak Poranda Dihantam Angin Kencang
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Hujan lebat disertai angin kencang menerpa wilayah Kecamatan Ligung pada Sabtu sore (11/12). Dari kejadian tersebut puluhan pohon besar yang ada di jalur Lojikobong – Bantarwaru banyak yang tumbang.
Bahkan beberapa pohon yang tumbang tersebut sempat menutup akses jalan jalur Lojikobong – Bantarwaru.
Diantara pohon yang tumbang yang menutup jalan nampak di Desa Leuweunghapit, di sana terlihat dua pohon besar yakni pohon jati dan mahoni tumbang ke jalan.
Tak jauh dari lokasi pertama, pohon mahoni besar juga yang ada di Blok Dukuasih Desa Sukawera juga roboh menutup total akses jalan raya di desa tersebut.
Masyarakat setempat yang mencoba membereskan pohon tumbang yang menghalangi jalan terkendala peralatan yang minim, sehingga pohon tersebut dibiarkan sambil menunggu petugas dari Kecamatan Ligung atau BPBD Majalengka datang.
Hujan disertai angin kencang yang menerpa sejumblah wilayah di Kecamatan Ligung bukan saja menumbangkan pohon besar, namun beberapa bangunan juga nampa ada yang rusak.
Seperti di Blok Danaraja Desa Bantarwaru, Poll kendaraan alat berat / beko nampa porak poranda. Dimana pagar pembatas yang terbuat dari spandek ambruk diterjang angin kencang.
Di Blok Puteran Barat Desa Ligung Lor juga ada beberapa bangunan yang rusak berat seperti bangunan gilingan padi, bengkel motor juga beberapa antene TV milik sejumblah warga juga rusak parah akibat terjangan hujan lebat yang disertai angin yang cukup kencang.
Nanang, seorang penjaga pool kendaraan alat berat kepada wartawan menjelaskan, kejadian ambruknya pool beko ini Sabtu sore sekitar pukul 16.30 Wib.
Saat itu dirinya beserta keluarga sedang berada di rumah yang tak jauh dari poll beko. Namun tiba tiba hujan lebat disertai angin kencang menerpa.
Tak berselang lama spandek yang dijadikan pagar bangunan beterbangan disusul ambruknya seluruh pagar bangunan.
Tak hanya itu, kandang domba yang ada didalam pool beko juga turut ambruk.
Beruntung kandang domba tersebut kosong, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang terlalu banyak.
“Saat kejadian ini saya beserta keluarga ada di rumah, tahu tahu terdengar suara ‘bruuk’, pas dilihat pagar bangunan pool beko sekelilingnya ambruk,” ujar Nanang Sabtu (11/12).
Sementara Warpan pimilik pabrik gilingan padi di Blok Puteran Barat Desa Ligung Lor, mengetahui sebagian bangunan pabrik rusak diberi tahu warga yang lewat.
Karena, kata Warpan, saat hujan turung dirinya pulang ke rumah, yang jaraknya sekitar 100 meter dari pabrik gilingan padi.
“Saya dikasih tahu tetangga bahwa samping bangunan pabrik ada yang ambruk, beruntung orang kerja sudah pada pulang,” ujar Warpan.
Sementara itu, Sekcam Ligung Endang Triana, saat dihubungi via telponnya membenarkan terjadinya hujan lebat disertai angin yang cukup kencang.
Dari kejadian tersebut puluhan pohon besar pinggir jalan tumbang, dan beberapa bangunan seperti pabrik gilingan padi dan pool kendaraan berat turut rusak.
Dari itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar waspada dan hati hati menghadapi cuaca yang ekstrim saat ini.
“Kalau sedang bekerja segera tinggalkan pekerjaan tersebut manakala hujan lebat turun, apa lagi disertai petir dan angin kencang. Hal ini untuk menjaga kesehatan kita masing masing,” ujar Sekcam Endang. Namun saat di tanya perihal kerugian, Sekcam Endang masih menunggu laporan dari pemdes masing masing. (Munadi)








Tinggalkan Balasan