MAJALENGKA, (FC).– Satreskrim Polres Majalengka, bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgasda melakukan monitoring mutu serta harga beras di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Pengecekan yang dipimpin Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Majalengka IPDA Dede Heryanto, menyasar sejumlah pedagang di Pasar tradisional Kadipaten dan Toserba Surya Kadipaten.

Hasil monitoring menunjukkan harga beras medium bervariasi. Di toko sandang pangan dan Toserba, masing-masing berada di angka Rp13.500 per kilogram. Sementara di toko eceran pinggir jalan pasar, harga beras medium mencapai Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Untuk beras premium di Toserba Kadipaten, harganya tercatat Rp14.900 per kilogram. Selain harga, petugas turut mengecek mutu beras yang beredar untuk memastikan komoditas pangan tersebut sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.

Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman didampingi Kasat Reskrim AKP Udiyanto menegaskan, Polres Majalengka akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk mengawasi harga dan ketersediaan bahan pangan.

“Kami berkomitmen terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan sebagai upaya menjaga stabilitas pangan serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (7/10).

Monitoring ini juga menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi praktik perdagangan yang berpotensi merugikan konsumen sekaligus memastikan distribusi beras tetap berjalan dengan baik.

“Polisi memastikan pengawasan pangan akan terus dilakukan agar harga, mutu dan ketersediaan beras di Majalengka tetap terpantau,” jelas pimpinan Polres Majalengka.

Terpisah, Widiawati ibu rumah tangga asal Kadipaten menyampaikan keluhannya, bahwa saat ini harga sembako termasuk beras hampir setiap minggu ada kenaikan. Sehingga dirinya selaku ibu rumah tangga dibuat bingung.

“Minggu kemarin harga beras premium Rp 14.500 per kg, sedangkan saat ini beras dengan kualitas yang sana harganya Rp 15.000 per kg nya. Artinya dalam kurun seminggu harga beras premium ada kenaikan sebesar Rp500 per kg nya,” ujar Widiawati.

Dirinya berharap pemerintah harus sering mengadakan operasi pasar, dan pengawasan kualitas beras, agar kebutuhan pokok tetap stabil. (Munadi)