PMI Kabupaten Cirebon Mulai Produksi Plasma Darah
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Hampir sebulan sudah Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan terapi plasma guna mempercepat proses kesembuhan terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kategori kondisi sedang dan berat.
Pemerintah Kabupaten Cirebon mengaku bila terapi plasma yang dilakukan selama ini, membawa angin segar bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu dapat dilihat dari kondisi dua pasien yang kini membaik dan sedang dilakukan perawatan di RSUD Waled dan RS Mitra Plumbon.
Ketua PMI Kabupaten, Hj Rd Sri Heviyana melalui Wakil Ketua PMI Kabupaten Cirebon, dr Mohamad Luthfi mengatakan, tren positif dengan adanya terapi plasma, karena didukung dengan adanya alat dan SDM yang sudah memenuhi standar.
“Kami memproduksi plasma karena kami sudah didukung dengan alat dan SDM yang memadai, apalagi kami alhamdulillah sudah mendapatkan sertifikasi dari CPOB,” kata Luthfi di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunungjati (FK UGJ), kemarin.
Ia juga mengungkapkan, selama ini tidak ada kendala dalam memproduksi plasma bagi terapi plasma. Sejumlah plasma yang sudah diproduksi pun sudah diberikan kepada dua pasien di RSUD Waled dan RS Mitra Plumbon.
“Kedepan kami siap menerima donor plasma dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meminta data pasien sembuh, sekaligus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai terapi plasma,” ujar Luthfi.
Sementara itu, tim dokter RSUD Waled, dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein menuturkan, pasien yang mendapatkan terapi plasma merupakan hasil dari kerja swadaya oleh PMI Kabupaten Cirebon.
“Alhamdulillah produksi plasma yang cepat sehingga hari Selasa kemarin masuk plasma dan kamis diberikan plasma lagi dan hasilnya kondisi sekarang pasien RSUD Waled sudah lepas oksigen,” ucap Fariz.
Saat ini ada dua pasien di RSUD Waled terkonfirmasi dengan gejala berat dan Mitra Plumbon kondisi pasien kritis sudah terpasang ventilator.
Masih kata Fariz, hari ini satu pasien di RSUD Waled terapi plasma sudah diberikan terapi plasma kedua. Lanjut Fariz, pasien yang saat ini sedang ditangani olehnya, memiliki kondisi oksigen 89-90 persen dimana sebelumnya hanya sekitar 70 persen.
“Mudah-mudahan ada perubahan lebih baik kedepannya,” terang Fariz.
Atas bukti itu, pemberian plasma secara cepat maka akan mempercepat pula pemulihan kondisi pasien. Terlebih lagi, kualitas plasma yang diterima selama ini masih segar karena PMI Kabupaten Cirebon sudah mampu memproduksinya.
Hal yang sama pun ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. Menurutnya, sudah ada dua pendonor plasma darah yang plasmanya akan digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19.
“Dari dua pendonor tersebut, menghasilkan sekitar 1.200 cc plasma darah,” ujar Enny.
Plasma darah buatan PMI Kabupaten Cirebon, sudah mulai digunakan untuk melakukan terapi kepada dua pasien, yang berada di Rumah Sakit Mitra Plumbon dan RSUD Waled.
Terapi plasma darah, hanya diberikan kepada pasien Covid-19 dalam skala berat. Enny menyebutkan, bahwa dua pasien yang mendapatkan transfusi plasma darah tersebut, dalam kondisi berat dan kritis.
“Pasien yang mendapatkan terapi plasma, dalam kondisi berat dan kritis,” kata Enny.
Namun berkat pengobatan dengan terapi plasma ini, keduanya sudah mengalami perkembangan yang menggembirakan. Untuk pasien dalam kondisi berat, saat ini sudah melepas alat bantu oksigen. Sedangkan yang kritis sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Saat ini, sudah ada dua lagi calon pendonor plasma darah, yang akan dilakukan di PMI Kabupaten Cirebon. Pihaknya juga terus mengupayakan, untuk kembali mendapatkan donor palsma darah, yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
Oleh karena itu, tim medis yang melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19, selalu mengedukasi pasien tersebut, untuk mau mendonorkan plasma darahnya, jika sudah sembuh.
“Karena ada standar tertentu, siapa yang bisa mendonorkan. Jadi tidak sembarang orang,” kata Enny.
Selain dua pasien yang mendapatkan terapi plasma darah dari PMI Kabupaten Cirebon, sebelumnya juga sudah ada dua pasien yang mendapatkan terapi plasma darah. Dua pasien tersebut berasal dari Rumah Sakit Waled Cirebon.
Keduanya mendapatkan terapi plasma, yang didapatkan dari RSPAD Gatot Subroto. Dua pasien ini, sudah dinyatakan sembuh.
“Jadi sudah ada empat orang yang terapi plasma darah. Dua diantaranya sudah sembuh dan dua lainnya masih perawatan,” tukas Enny. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan