PMI Bantu Korban Bencana di Wilayah Kecamatan Mundu
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Mendapat informasi ada 4 desa di wikayah Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon yang menjadi korban bencana angin puting beliung dan bencana lonsor, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon langsung bergerak memberikan bantuan kepada para korban bencana, Kamis (2/3).
Menurut, Ketua PMI Kabupaten Cirebon Hj. Rd, Sri Heviyana setelah pihaknya mendapat informasi dari Camat Mundu bahwa telah terjadi bencana puting beliung di empat lokasi dan longsor. PMI Kabupaten Cirebon langsung turun memberikan bantuan untuk empat lokasi di Kecamatan Mundu.
“ Bantuan yang diberikan diharapkan bisa bermanfaat kepada warga yang mendapat musibah,” kata Heviyana yang langsung turun memberikan bantuan.
Dikatakannya, PMI tidak bisa memberikan bantuan yang langsung menjadikan rumah yang rusak menjadi bagus kembali. Namun membutuhkan bantuan semua pihak.
“ Mudah-mudahan ini ada kerjasama dengan pihak kecamatan, desanya dan pemerintah daerah bagaimana juga kita menggalakan dengan adanya gotong royong,”paparnya.
Dijelaskan Heviyana, program PMI selain melaksanakan donor darah dan berpartisipasi aktif dalam masalah penanggulangan bencana yang terjadi, seperti banjir ataupun puting beliung. PMI juga memiliki program-program lain dari kegiatan Bulan Dana, yaitu pembinaan anak remaja pada kegiatan Palang Merah Remaja PMR dan kegiatan bantuan lainnya.
“Jadi PMI juga mengadakan kegiatan Forbis dimana ada forum untuk Palang Merah Remaja salah satunya juga tentang masalah kesehatan untuk UKS-nya juga ada pembinaan – pembinaannya dan sebagainya jadi tidak hanya semata mereka sudah dilantik sebagai pengurus Forbis tapi tidak ada kegiatannya,” ujarnya.
Dari pembinaan tersebut, kata Heviyana, PMR turut serta membantu PMI di lapangan seperti di bulan suci Ramadan biasanya PMI ada pembagian tajil, anak-anak remaja PMR ini juga ikut serta membantu membuka dapur umum bila terjadi bencana banjir, juga dalam pelaksanaan donor.
“PMI melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk melakukan donor bagi mereka yang usianya 17 tahun itu sudah bisa donor dan itu dari anak-anak sekolah itu PMR yang menjadi penggeraknya,”pungkas Heviyana. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan