“Naluri saya sebagai seorang ibu masih meyakini Jaeni masih hidup, hanya tidak tahu kenapa sampai 30 tahun tak pernah ada kabar, saya ingin ketemu mumpung saya masih hidup,” ucapnya penuh harap.

Sementara anak sulung Jaeni, Een Yulia (36) mengaku karena saat ditinggalkan sang ibu masih sangat kecil sehingga belum mengerti apa-apa.

Ketika menginjak usia dewasa Een Yulia baru terfikir ingin melihat sosok sang ibu, tetapi foto-foto sang ibu dan dokumen maupun barang-barang seperti pakaian dan lainnya tak ada.

Di era digital sempat beberapa kali mencoba pencarian melalui medsos tetapi tak kunjung didapat tentang keberadaan sang ibu.

Hingga pada tahun 2012 silam saat dirinya beranjak dewasa berangkat ke Taiwan dan kemudian memugar rumah lama hingga dokumen dan benda kenangan sang ibu tak ada yang tersisa.

“Mungkin kalau ibu sudah menikah lagi disana dan enggan pulang, kami keluarga sangat menerima apapaun kondisinya yang penting ibu bisa pulang dan bertemu keluarga. Keluarga hanya bisa pasrah sampai ada keajaiban bisa mempertemukannya dengan sang ibu tercinta,” kata Een dengan nada sedih.