KUNINGAN, (FC).- DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan menargetkan perolehan minimal 10 kursi DPRD pada Pemilu 2029.

Untuk mencapai sasaran tersebut, partai mulai memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan kepengurusan, dan mendorong regenerasi kader.

Langkah itu mengemuka dalam kegiatan Orientasi Politik Pengurus, Pengukuhan Pengurus DPC PKB, dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) di RM Mayang, Aula Al Kenzie, Kuningan, Sabtu (10/10).

Ketua DPC PKB Kuningan, H. Ujang Kosasih, mengatakan pencapaian target politik membutuhkan kesiapan organisasi serta keterlibatan aktif seluruh pengurus. Konsolidasi, kata dia, harus dilakukan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

“Seluruh pengurus wajib melakukan konsolidasi. Kita tidak boleh hanya kuat di struktur, tetapi juga harus mampu menggerakkan kader dan hadir di tengah masyarakat,” tegas Ujang, didampingi Sekretaris M. Rasdi dan Bendahara Iyan Ahmad Fauzi.

Dalam agenda tersebut, sebanyak 90 pengurus DPC PKB Kuningan periode 2026–2031 dikukuhkan. Mereka terdiri atas 35 pengurus Dewan Syuro dan 55 pengurus Dewan Tanfidz. Sebelum pengukuhan, para pengurus mengikuti orientasi politik dengan pemateri dari DPW PKB Jawa Barat.

Ujang menjelaskan, kepengurusan baru memadukan pengalaman tokoh senior dengan keterlibatan generasi muda. Sekitar 30 hingga 40 persen pengurus berusia di bawah 40 tahun sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penguatan organisasi.

Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang juga bergabung dalam kepengurusan tersebut, di antaranya mantan anggota Dewan Pengawas Bank Kuningan, H. Kamil Ganda Permadi; mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kuningan, H. Ahmad Faruk; serta mantan Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kuningan, Julkarnaen.

Selain memperkuat kepengurusan di tingkat cabang, PKB Kuningan terus membangun struktur organisasi hingga tingkat bawah. Dari 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan, pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) telah menjangkau 21 kecamatan. Sementara itu, penyelesaian kepengurusan ranting di seluruh desa dan kelurahan masih berlangsung.

Melalui Mukercab, PKB Kuningan juga merumuskan rencana strategis hingga 2029. Program tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan kerja organisasi, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kedekatan kader dengan masyarakat.

Perwakilan DPW PKB Jawa Barat, Ainul Yakin, mengingatkan bahwa pencapaian target kursi harus diimbangi dengan program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi dan hasil pemilu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kiprah kader.

“Keberhasilan PKB tidak hanya diukur dari kemenangan pada pemilu maupun pilkada, tetapi juga bagaimana partai ini mampu memenangkan hati rakyat sehingga PKB senantiasa ada di hati masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pengurus menyusun dan menjalankan program yang memberikan manfaat nyata serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Rencanakan dan jalankanlah program-program yang benar-benar bermanfaat serta membela kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Dengan penguatan konsolidasi, perluasan struktur organisasi, dan regenerasi kader, PKB Kuningan menyiapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Target minimal 10 kursi DPRD menjadi sasaran yang akan diperjuangkan melalui kerja organisasi dan upaya membangun kepercayaan masyarakat. (Angga)