Petani Tebu Minta PG Sindanglaut Tetap Giling
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
“Berbagai perwakilan terkait pabrik gula sudah kita undang. Sudah kita berikan pemahaman dan sosialisasi. Alhamdulillah, mereka, khususnya para petani, mengerti kondisi pabrik. Tahun ini PG Sindanglaut memang tidak giling. Harapan kita kondisinya membaik dan tahun-tahun berikutnya bisa giling lagi. Makanya alat dan mesin tetap ada di dalam PG Sindanglaut. Untuk tebunya, akan digiling di PG Tersana Baru,” jelasnya.
Dijelaskan Wisri, dari banyak sisi PG Tersana Baru lebih memiliki banyak keunggulan ketimbang PG Sindanglaut. Mulai kapasitas giling yang lebih besar hingga performance PG yang jauh lebih sehat dan bagus jika dibandingkan dengan PG Sindanglaut.
“Beberapa tahun terkahir kita terus mengalami kerugian. Di tahun 2016 rugi Rp430 juta, tahun 2017 sebesar Rp1,5 miliar, tahun 2018 sebesar Rp5,5 miliar dan pada 2019 sebesar Rp1,5 miliar. Kalau secara performance masih bagus PG Tersana Baru. Oleh karena itu, tebu dari wilayah Sindanglaut akan digiling di Tersana Baru,” bebernya.
Wisri pun tak menampik jika akan banyak dampak yang dirasakan terkait berhentinya operasional PG Sindanglaut untuk musim giling tahun 2020. Namun, menurutnya, kelangsungan pabrik sangat erat kaitannya dengan ketersedian lahan. Selama ada lahan, maka pabrik akan terus beroperasi.








Tinggalkan Balasan