KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mengapresiasi langkah Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Arjawinangun dan UPT terkait yang memberikan bantuan pengendalian hama tikus kepada petani.

Bantuan berupa rodentisida antikoagulan merek Ratgone tersebut disalurkan kepada kelompok tani di Blok Undung Sawit sebagai upaya menekan serangan hama tikus yang selama ini menjadi salah satu ancaman terhadap produktivitas pertanian.

Kuwu Desa Jungjang Wetan, Jahuri, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap aspirasi para petani yang membutuhkan solusi atas persoalan hama di lahan pertanian.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, BPP Arjawinangun, dan UPT yang telah memberikan perhatian kepada petani kami. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para petani Desa Jungjang Wetan, khususnya di Blok Undung Sawit,” ujar Jahuri, Rabu (26/8).

Menurutnya, bantuan pengendalian hama tersebut diberikan kepada enam kelompok tani dengan jumlah total 10 kardus racun tikus. Bantuan itu diharapkan dapat membantu petani mengurangi serangan hama sehingga hasil produksi pertanian tetap terjaga.

“Atas nama Pemerintah Desa Jungjang Wetan, kami kembali menyampaikan terima kasih karena aspirasi kelompok tani dan masyarakat telah didengar. Bantuan ini sangat membantu dalam pengendalian hama tikus,” katanya.

Selain bantuan pengendalian hama, Jahuri juga menyampaikan usulan agar pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan irigasi perpompaan (Irpom) untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di wilayahnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar lahan pertanian Desa Jungjang Wetan merupakan sawah tadah hujan yang mengalami kendala pengairan saat musim kemarau.

“Ini sangat vital untuk penanggulangan lahan pertanian Desa Jungjang Wetan. Kalau musim rendeng kelebihan air, tetapi saat kemarau justru kekurangan air,” ungkapnya.

Menurut Jahuri, kondisi tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan pasokan air. Padahal, sebagian besar lahan persawahan berada di sekitar aliran sungai sehingga sangat potensial untuk dikembangkan dengan sistem irigasi perpompaan.

“Warga Jungjang Wetan sangat membutuhkan Irpom. Sawah dari Sungai Pembuangan Winong sampai Gandasari berada di pinggir kali, sehingga sangat mendukung apabila ada bantuan Irpom,” jelasnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui survei dan pengecekan langsung ke lapangan. Terlebih, luas hamparan sawah di Desa Jungjang Wetan mencapai sekitar 120 hektare yang membutuhkan dukungan sistem pengairan agar produktivitas pertanian tetap optimal.

Jahuri menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi kunci dalam meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Cirebon. (Johan)