MAJALENGKA, (FC).- Para petani yang memiliki lahan di Blok Ranca Taal Desa Bantarwaru Kecamatan Ligung mengapresiasi atas pembangunan pengurugan atau pengerasan jalan yang dilakukan pemdes setempat.

Selama ini jalan usaha tani yang menjadi akses para petani begitu sempit, sehingga sangat menyulitkan para petani saat musim panen tiba.

Namun sekarang jalan usaha tani yang membentang sepanjang 685 meter tersebut telah di urug. Bahkan sisi kanan dan kirinya sudah dibuatkan Tanggul Penahan Tanah (TPT).

“Alhamdulillah, saat ini petani merasa lega setelahnya jalan usaha tani di Blok Ranca Taal di benahi oleh Pemdes Bantarwaru. Sehingga sekarang kendaraanpun baik roda dua maupun roda empat bisa masuk,” ujar Dayat, petani asal Blok Mumunggang kepada FC, Selasa (23/6).

Sebelum jalan ini dikeraskan seperti sekarang, kata Dayat, petani selalu mengeluarkan ongkos yang cukup lumayan saat musim panen tiba. Karena dalam mengangkut padinya hanya menggunakan roda dua, bahkan kuli panggul.

“Tapi dengan dibenahinya jalan usaha tani ini, sekarang motor atau kendaraan roda empat lainnya bisa langsung masuk saat musim panen tiba, sehingga bisa menghemat baik waktu, tenaga maupun biaya,” ujar Dayat.

Terpisah, Kades Bantarwaru H.Sumarno didampingi Kaur Keuangan Kasdirah mengatakan, bantuan tahun ini yang berasal dari Provinsi Jabar sebesar Rp130 juta dialokasikan untuk membangun ruangan kerja pemdes, penanganan covid 19, dan pengurugan atau pengerasan jalan usaha tani di Blok Ranca Taal.

“Bantuan dari Provinsi tahun ini digelarkan untuk membuat ruangan kerja pamong, pengerasan jalan usaha tani dan penanganan penyebaran covid 19,” ujar Kades Sumarno.

Lebih jauh Kades Sumarno mengatakan, dengan dibangunnya akses jalan usaha tani, diharapkan agar kehidupan petani khususnya di Blok Ranca Taal lebih meningkat.

“Sebelum dibangun atau sebelum dikeraskan, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa masuk, sehingga petani harus mengeluarkan biaya yang lebih dalam aktifitas mengurus lahan pertaniannya. Sekarang setelah jalan usaha tani dibangun maka pengeluaran bisa di tekan sehingga pendapatannya otomatis sedikit meningkat,” tutur Kades Sumarno.

Namun di sisi lain, Kades Sumarno juga berharap, akses jalan yang sudah di bangun ini agar dirawat bersama sama, sehingga jalan tersebut tidak cepat rusak. Semisal jangan membuang rumput atau kotoran sawah ke tengah jalan.

“Mari kita jaga dan rawat bersama sama, agar akses jalan ini bisa berfunsi sebagaimana mestinya,” pungkas Sumarno. (Munadi).