Peserta Antusias Ikuti Webinar Mengejar Beasiswa Luar Negeri
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Harian Umum (HU) Fajar Cirebon menggelar webinar di hari kedua dalam rangka Milad HU Fajar Cirebon ke-8. Webinar kali ini bertemakan ‘Tips dan Strategi Mengejar Beasiswa Luar Negeri’ dimulai dari pukul 10.00-12.00, dengan para panelis yang sudah berpengalaman menempuh pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
Webinar ini pun menjadi pembahasan yang menarik, sehingga banyak peserta yang antusias bertanya kepada para panelis, Selasa (19/5).
Para panelis tersebut diantaranya adalah Refaldo Fanther yang merupakan seorang dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon sekaligus Youtubers, serta Harland Firman Agus dan Aisya Nafiisyanti, pasangan suami-istri yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.
Direktu HU Fajar Cirebon, Dea Angkasa Putri Supardi yang sekaligus menjadi moderator dalam webinar tersebut mengatakan, banyak sekali anak-anak milenial sekarang yang ingin mengikuti dan melanjutkan beasiswa ke luar negeri, tetapi bingung dengan cara untuk mendapatkan kesempatan tersebut.
Oleh karena itu di webinar ini dengan para panelis yang sudah berpengalaman mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri diharapkan bisa memberi motivasi kepada kita semua.
“Mungkin dari teman-teman kita yang hadir di webinar saat ini banyak yang ingin tahu tata cara kuliah di luar negeri, tapi bingung bagaimana cara mendapatkan kesempatan tersebut. Dalam webinar kali ini kita semua akan mendapat kesempatan untuk tahu lebih dalam tata cara mendapatkan beasiswa tersebut yang akan dibahas oleh para panelis berpengalaman dalam mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri,” kata Dea.
Refaldo Fanther, dosen UMC sekaligus panelis di webinar tersebut mengungkapkan pengalamannya dalam mengejar beasiswa ke luar negeri. Sempat tidak lulus satu kali dalam mengajukan beasiswa, tidak membuatnya menyerah untuk mengajukan beasiswa lagi.
Dalam pengajuan beasiswa yang kedua kali, Refaldo Fanther berhasil melanjutkan kuliah di New Castle University, UK.
“Jadi waktu pertama kali saya mendaftar beasiswa ke LPDP itu sempat gagal ditahap wawancara, diseleksi kedua saya mencoba mendaftar lagi dan Alhamdulillahnya dengan persiapan yang matang saya lulus mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri,” ungkap Fanther.
Sementara penerima beasiswa kuliah ke luar negeri di Western Michigan University, US, Aisya Nafiisyanti, memberikan tips-tips nya untuk bisa meraih beasiswa keluar negeri, seperti apa yang harus terlebih dahulu didapatkan untuk bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri.
“Sebenarnya LOA itu bisa menjadi bekal untuk mendapatkan beasiswa, tapi ada juga sumber-sumber beasiswa yang mengizinkan aplikannya itu mendapatkan beasiswa dulu, lalu kemudian mencari LOA,” jelasnya.
Kemudian Harland Firman Agus, menambahkan, rata-rata lama kuliah di luar negeri untuk tingkat magister kisaran satu tahun, dua tahun, dan paling cepat adalah 10 bulan.
“Untuk menentukan berapa lama kita akan kuliah di luar negeri, kita juga harus menentukan apakah ingin menjadi mahasiswa yang full time atau part time,” tambahnya. (Indah)








Tinggalkan Balasan