Perumda Farmasi Cari Investor Buat Bantu Keuangan Perusahaan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Direktur Utama Perumda Farmasi Ciremai, Emirzal Hamdani mengaku kondisi perusahaan dalam keadaan tidak sehat, sejak memimpin badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut.
Namun demikian, perusahaan masih bisa berjalan karena bergantung dari praktik dokter yang terikat kerjasama dengan Perumda Farmasi.
Namun, pihaknya sudah menyusun rencana program kerja, diantaranya renovasi gedung, penambahan dokter spesialis hingga mencari investor untuk membantu keuangan perusahaan.
Kemudian gedung yang digunakan saat ini sangat tidak representatif untuk difungsikan sebagai layanan apotek sekaligus praktik klinik.
Di samping itu, direncanakan juga menambah enam dokter spesialis. Sehingga membutuhkan ruang klinik yang lebih mendukung.
“Rencana dalam waktu dekat yaitu melakukan renovasi infrastruktur. Korelasinya mendukung adanya penambahan dokter spesialis. Jika banyak dokter, maka banyak resep (kebutuhan obat, red),” ujar jelas Emir kepada FC, Rabu (9/6).
Target utamanya, pada tahun ini salah satunya mendatangkan investor untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.
Langkah itu dilakukan dengan membuat proposal perencanaan bisnis yang akan ditawarkan kepada investor.
Baik perorangan, bank daerah, atau pihak mana pun yang tertarik menjadi mitra bisnis perusahaan.
Emir menyadari, kondisi anggaran pemerintah daerah yang terbatas, ditambah kondisi keuangan perusahaan yang minus, sangat sulit untuk bergantung dari penyertaan modal dari APBD.
Sehingga, langkah mendatangkan modal dari investor merupakan pilihan yang harus disegerakan.
“Tujuan kami bukan penyertaan modal dulu. Jangan sampai 6 bulan ke depan kita mandeg. Kami maksimalkan dulu kondisi yang ada, jangan sampai bergantung kepada pemerintah,” terangnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD, dr H Doddy Ariyanto MM menyampaikan, upaya jajaran direksi menyehatkan Perumda Farmasi harus secara intensif dibahas bersama dengan DRPD. Sebab, BUMD tersebut sedang dalam keadaan sakit.
“Khawatirnya jika modal dari investor itu digunakan untuk renovasi gedung, maka sulit bagi Perumda Farmasi buat pengembalian kepada investor,” tutur Doddy.
Dia menambahkan, Perumda Farmasi sebaiknya berkonsultasi dengan walikota terkait kebijakan yang akan diambil untuk memecahkan masalah.
Menurutnya, kebijakan walikota sangat strategis untuk menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak.
Misalnya, walikota meminta kepada rumah sakit swasta untuk pengadaan obat kelas menengah dari Perumda Farmasi.
“Untuk masalah ini, tangan kebijakan walikota yang utama, yaitu memenuhi kebutuhan jaringan kemitraan. Misal, membangun kemitraan dengan rumah sakit swasta di Kota Cirebon. Artinya, kebijakan walikota akan bisa lebih menghidupi Perumda Farmasi,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan