Perkuat Ukhuwah Angkatan Muda, Muhammadiyah Kuningan Gelar Sekolah Negarawan
KUNINGAN, (FC).- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Sekolah Negarawan yang dirangkaikan dengan silaturahmi serta buka puasa bersama dalam program rutin bulanan organisasi tersebut. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ukhuwah Angkatan Muda Muhammadiyah” itu dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kuningan, Rabu (11/3/2026).
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ustad Dadan Rohmatun, Lc, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur kepolisian serta berbagai organisasi kepemudaan.
Ia menilai kehadiran para peserta, khususnya anak-anak yatim, menjadi bagian dari upaya menjalankan ajaran Rasulullah tentang kepedulian terhadap sesama.
“Kami justru berterima kasih kepada semua yang hadir di sini. Dengan kehadiran kalian, kami bisa menjalankan salah satu wasiat Rasulullah tentang memuliakan dan mengurus anak yatim,” ujar Ust Dadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda sosial yang rutin dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah, terutama pada bulan Ramadan, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
Dalam materi Sekolah Kebangsaan yang disampaikannya, Ustad Dadan juga menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari nilai keimanan.
Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, baik melalui kontribusi di bidang pendidikan maupun perjuangan dalam pembangunan negara.
“Sejak awal berdirinya negara ini, Muhammadiyah ikut berkontribusi besar, baik melalui pendidikan maupun perjuangan fisik. Tokoh-tokoh Muhammadiyah juga terlibat dalam perumusan dasar negara,” katanya.
Ia menambahkan, kader Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan bangsa serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ustad Dadan juga mengingatkan agar kritik terhadap kebijakan negara disampaikan dengan cara yang santun dan intelektual.
“Sampaikan kritik dengan santun. Diskusi di atas meja seringkali lebih mampu mengubah keadaan dibanding ribuan kata yang disampaikan di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi hingga dinamika sosial. Karena itu, Muhammadiyah diharapkan dapat terus menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas negara.
“Kalau bukan kita yang menjaga bangsa ini, lalu siapa lagi. Muhammadiyah harus hadir sebagai penyangga agar negara tetap berdiri kokoh,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh kader Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Kuningan, untuk mengedepankan pendekatan intelektual dan akhlak dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
“Muhammadiyah memiliki tradisi intelektualitas dan akhlak yang kuat. Itu yang harus kita kedepankan dalam menghadapi berbagai persoalan,” pungkasnya.(Angga)








Tinggalkan Balasan