KUNINGAN, (FC).- Guru Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan memperkuat pembangunan sumber daya manusia dengan cara – cara yang baru.
Hal itu disampaikan Bupati Kuningan H Acep Purnama, di Pendopo Kuningan, Sabtu (6/11).

Bupati Acep yang hadir pada pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tersebut juga menyampaikan dunia pendidikan harus berkembang dan maju.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sebuah pergerakan serta dalam sistem pendidikan juga pada para pelaku yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan.

Mendayagunakan teknologi dan informasi serta pembelajaran yang efektif dan efisien juga harus menjadi keniscayaan yang harus diwujudkan.
Peran guru Nahdlatul Ulama, bagi Acep sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan proses pendidikan.

Sehingga para guru harus terus meningkatkan kualitas dirinya, agar mampu mendidik generasi bangsa yang berkualitas pula.

“Guru hendaknya tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan maupun ilmu agama, namun juga harus menjadi sosok yang mencerahkan, mampu memupuk nilai-nilai kasih sayang, keteladanan dan moralitas,” ungkap Acep.

Acep meminta agar para guru bisa bangkitkan imajinasi para siswa dengan kisah-kisah keluhuran sejarah, baik sejarah islam maupun nusantara. Dengan imajinasi yang kuat, siswa akan lebih kreatif.

“Mereka juga akan memiliki rasa kebangggan yang tinggi untuk agama dan bangsanya. Didik anak kita dengan hati, dengan pendidikan menggunakan hati, siswa tidak hanya menjadi pintar, tapi juga memiliki budi pekerti yang luhur. Seperti halnya para kiyai kita mendidik di pesantren-pesantren,” jelas Acep.
Lebih lanjut Bupati mengingatkan bahwa Pergunu bukan hanya wadah organisasi tetapi harus kita implementasikan bagaimana peran organisasi profesi.

“Saya yakin guru mampu membendung agar siswa tidak sampai terseret pada paham yang sesat, guru adalah benteng terdepan yang setiap hari bertemu generasi penerus bangsa, mampu membekali anak-anak dengan bekal yang cukup, tidak hanya dengan kemampuan bidang keilmuan saja, namun juga akhlak serta moral yang sesuai dengan ajaran ahlusunahwajmaah,” ungkap Acep.

Setelah pelantikan ini, Acep meminta muncul beberapa program dari Pergunu yang juga dapat mendukung Program Kabupaten Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan Tahun 2025.

“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya PC Pergunu Kabupaten Kuningan, sampaikan dengan ikhlas setiap ilmu kepada para siswa, insya allah keberkahan akan terwujud, tidak hanya untuk para murid, tapi juga para guru itu sendiri,” kata Acep.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, KH Asep Saifuddin Chalim berpesan agar pengurus Pergunu yang baru bisa membangun kebersamaan dan bersatu.

Menurut dia, Pergunu punya tugas mulia yaitu merealisasikan cita-cita luhur para pendiri bangsa yakni menjadikan Indonesia maju, adil dan makmur.

“Tugas utama guru itu adalah menciptakan generasi beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Kuningan, KH Aam Aminudin mengajak para Pergunu dengan semangat baru kepada seluruh sahabat-sahabat yang telah dilantik.

Gerakan NU bukan hanya pergerakan intelektual saja, tapi juga peregerakan peradaban di mana saat ini hidup di era internet of things, oleh karenanya Pergunu harus menambah literacy skill yang salah satunya adalah literasi digital (digital literacy).
“

Dengan kemampuan literasi digital yang dimiliki, para guru diharapkan mampu menjawab tantangan jaman yang serba digital ini, Pergunu harus lebih hebat lagi pergerakannya yang bernafaskan ahlussunnah wal jamaah,” ujar Abah Aam.

Sementara itu, Ketua Pergunu Kuningan, Roni Syahroni menyebutkan bahwa Pergunu siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam hal pendidikan, sehingga cita – cita Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan dapat tercapai dan terwujud dengan baik.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, KH Asep Saifuddin Chalim, Ketua PW Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh, Ketua PWNU Jabar, KH Juhadi Muhammad dan tamu undangan lainnya. (Ali)