KAB. CIREBON, (FC).- Perempuan Jenggala datang langsung ke Cirebon, untuk mengunjungi para korban kekerasan seksual di Rumah Aman dibawah naungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Cirebon.

Kedatangan Perempuan Jenggala disambut hangat oleh Ketua KPAID Cirebon Hj. Fifi Sofiah serta anak-anak dan perempuan korban kekerasan seksual.

Rumah aman sendiri merupakan tempat terakhir bagi para korban kekerasan seksual khususnya anak-anak dan perempuan untuk mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta kepastian hukum.

Mereka tinggal dan beraktivitas di rumah aman tanpa batas waktu yang ditentukan bahkan, beberapa korban yang kasusnya dinyatakan selesai pun masih menjalin komunikasi dan beberapa waktu singgah di rumah aman.

Menurut, Ketua Umum Perempuan Jenggala Vicky W Kartiwa kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak dan perempuan harus mendapatkan perlindungan hukum yang jelas. Sehingga memberikan efek jera bagi pelaku, kedepan kasus kekerasan seksual harus bisa ditekan seminimal mungkin.

“Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melakukan pencegahan mulai dari tingkat keluarga. Sehingga, kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan tidak terjadi lagi,” katanya, Minggu (28/5).

Ia melanjutkan, kedatangannya ke rumah aman merupakan bentuk dukungan moril yang kuat kepada anak-anak dan perempuan korban kekerasan seksual, terlebih kasus ini kebanyakan menimpa anak di bawah umur.”Kami selalu mendukung terhadap kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Karena Perempuan Jenggala ini memiliki 3 pilar, salah satunya adalah pemberdayaan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Jadi, kami konsen terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tuturnya.

Sementara, Ketua KPAID Hj. Fifi Sofiah mengucapkan terimakasih kepada Perempuan Jenggala atas dukungan yang begitu besar, sehingga anak-anak di rumah aman mendapatkan kekuatan serta untuk menjalani kehidupan yang baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perempuan Jenggala yang sudah memberikan dukungan luar biasa kepada kami. Ini adalah angin segar dan menjadi kekuatan bagi kami untuk tetap menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Di rumah aman sendiri baik anak-anak maupun perempuan diberikan pembekalan agar mereka dapat hidup secara mandiri dan dapat kembali di tengah keluarga serta masyarakat.

“Kami memberikan pendampingan dan trauma healing agar mereka memiliki masa depan yang cerah. Karena anak-anak ini memiliki cita-cita yang hebat,” pungkasnya. (Frans)