Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, mayoritas warga yang belum memiliki KTP-el berasal dari kelompok umur pemilih pemula. Untuk itu, Prof. Zudan memerintahkan tim Dinas Dukcapil di daerah agar fokus melayani perekaman KTP-el ke sekolah dan kampus.

Perekaman KTP-el di sekolah dan kampus ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dirjen Dukcapil Kemendagri RI Nomor 471.13/2100/Dukcapil tanggal 6 Maret 2019 tentang Pelayanan Jemput Bola Perekaman KTP Elektronik Goes to Campus/School.

“Untuk pelajar yang telah berusia 17 tahun, setelah perekaman, KTP elektroniknya langsung dicetak. Sementara bagi yang masih berusia 16 tahun, KTP-el yang bersangkutan akan dicetak saat usianya sudah 17 tahun,” kata Dirjen Zudan.

Berdasarkan catatan Dinas Dukcapil Kabupaten Indramayu, hasil perekaman KTP-el yang dilakukan seharian penuh melalui mobil pelayanan di Gedung Patra Ayu Pertamina berhasil merekam sebanyak 77 orang dan langsung dicetak sebanyak 77 keping KTP-el.

Plt. Bupati Indramayu Taufik Hidayat mengatakan, saat ini terdapat 82 ribu orang yang masih belum melakukan perekaman KTP-el.

Untuk mendukung pelaksanaan Pilkada 2020, tengah massif dilakukan Layanan Rekam dan Cetak KTP-el Keliling (Lare Ceting) secara jemput bola sebanyak tiga kali dalam satu minggu dan akan berlangsung sampai bulan Oktober mendatang.