KUNINGAN, (FC).- Perlombaan Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu telah selesai dilaksanakan dengan melahirkan beberapa jawara dari kabupaten Kuningan.

Sebanyak 30 kafilah asal Kuningan di kirim, dimana 11 Kafilah diantaranya meraih juara dengan jenjang Juara 1 sampai dengan juara harapan 3 yang manjadikan Kuningan sebagai Juara ke 5 se-Provinsi Jawa Barat.

Selepas apel pagi, Senin (12/6) bertempat di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan, Acep Purnama memberikan apresiasi dengan memberikan penghargaan kepada Kafilah berprestasi dalam ajang tersebut.

Disaksikan pula oleh Wakil Bupati Kuningan, Ridho Suganda, bersama Para staf ahli, Assisten Sekretariat Daerah, para Kepala SKPD dan para Kepala Bagian Lingkup Setda Kuningan.

Bupati Acep menyampaikan bahwa pemberian apresiasi ini sebagai bentuk penyemangat bagi para kafilah agar dapat berprestasi di ajang lainnya.

“Terimakasih saya ucapkan kepada anak-anakku yang berasal dari berbagai Ponpes di Kuningan, yang telah membawa harum Kabupaten Kuningan di ajang MKQ ini. Penghargaan ini sebagai hadiah atas pencapaian luar biasa yang telah di ukir. Pertahankan dan terus tingkatkan prestasi ini,” kata Acep.Para peraih juara diantaranya  Nova Dwiyansyah ( Juara Harapan 1) – Fiqh Ula Safinah – Al  Madani, kemudian Laila Nadia Sari (Juara Harapan 2) Fiqh Ula Safinah – Miftahul Falah, kemudian Dhiyaul Haq (Juara 1) Akhlak – Ula – Washoya – Al- Kautsar.

Lalu Faqih Dhiyaul Haq (Juara Harapan 3) Tarikh Ula Khulasoh, Iiy Fauziyah (Juara Harapan 2) Fiqh Wustho F.Qorib, kemudian Ai Amaliah (Juara 2) Akhlak Wustho Adabul Alim, dan  M.Zaki (Juara 3) Tauhid Wustho Risalah Ahlussunah.

Selain itu, Imron Kamili (Juara Harapan 3) Tarikh Wushto Nurul Yaqien, kemudian, Pandu (Juara 3) Tafsir Wustho, lalu Muthiatul Aulia Faza (Juara 1) Hadits Wustho Majalisu Saniyah dan Hannan Abdul Aziz (Juara Harapan 1) Fiqh Ulya F.Mu’in.

Kabag Kesra Setda Kuningan H. Nunung Nurjati mengucapkan syukur atas raihan prestasi tersebut.

“Kejuaran hanyalah symbol, tapi tanggungjawab kedepan luar biasa, yang juara jangan busungkan dada, dan yang belum mendapat juara jangan merasa kurang,” kata Nurjati. (Ali)