Oleh: Joni Rahmat Syahputra
Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Administrasi Publik
Universitas 17 Agustus Cirebon

Memakai masker pada masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang wajib dilakukan setiap orang. Sayangnya, masih ada saja warga yang mengabaikan anjuran untuk memakai masker saat keluar rumah. 

Efektivitas penggunaan masker kain corona masih menjadi pembahasan hingga saat ini. Di Indonesia, masyarakat umum diimbau mengenakan masker kain ketika beraktivitas di luar ruangan. Sedangkan masker medis diprioritaskan hanya bagi pasien corona dan petugas kesehatan, terutama yang merawat pasien corona.

masker kain bisa digunakan sebagai pengganti masker medis untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat umum. Banyaknya kasus orang tanpa gejala (OTG) juga mendasari sosialisasi masker kain corona.

Orang yang tidak sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja menulari orang lain tanpa sengaja ketika berinteraksi tanpa masker. Satu tetesan (droplet) cairan saja bisa menyebabkan orang lain terkena Covid-19. Untuk mengantisipasi kejadian itu, masyarakat diimbau mengenakan masker ke mana pun pergi di area publik. Namun manfaat masker kain corona tersebut bisa didapatkan selama memenuhi persyaratan untuk mendukung efektivitasnya.

Memakai masker terbukti menjadi cara paling efektif dalam mencegah penularan virus corona, yang utamanya menyebar lewat transmisi udara. Dilansir CNN, kesimpulan tersebut didapatkan dari hasil penelitian para peneliti di Texas dan California, Amerika Serikat. Tim peneliti membandingkan tren tingkat infeksi Covid-19 di Italia dan New York, AS, sebelum dan sesudah aturan penggunaan masker wajah diwajibkan. Hasil penelitian yang diterbitkan di Prosiding National Academy of Sciences menyebutkan, kedua lokasi mulai menunjukkan tingkat infeksi merata setelah kewajiban penggunaan masker wajah diberlakukan. Memakai masker ditemukan dapat mencegah lebih dari 78.000 infeksi di Italia, selama 6 April dan 9 Mei, dan lebih dari 66.000 infeksi di New York City selama 17 April dan 9 Mei.

Penelitian juga menemukan, mengenakan masker wajah di rumah membantu menghentikan penyebaran virus corona di antara anggota keluarga. Memakai masker wajah di tempat umum adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penularan antar-manusia.” “Praktik ini tidak mahal ini dan jika diberlakukan bersama dengan pembatasan sosial, karantina, dan pelacakan kontak secara simultan, dapat membantu menghentikan penyebaran Covid-19 sebelum vaksin ditemukan,” tulis tim peneliti. Para peneliti mengukur efektivitas berbagai strategi untuk menghentikan penyebaran infeksi dan mempelajari bagaimana virus itu tersebar. Virus dapat menyebar melalui kontak langsung ketika seseorang mengeluarkan tetesan dari batuk atau bersin kepada orang lain. Atau, bisa pula dari kontak tidak langsung ketika seseorang batuk atau bersin pada suatu permukaan benda yang kemudian disentuh oleh orang lain.

Lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia menyarankan penggunaan masker bagi:

  • Orang-orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk dan bersin
  • Orang-orang yang memiliki gejala COVID-19 ringan, termasuk pasien COVID-19
  • Anggota keluarga atau kerabat yang merawat pasien COVID-19, termasuk di rumah atau rumah sakit
  • Tenaga medis yang merawat pasien COVID-19 di rumah sakit
  • Orang-orang yang diketahui memiliki riwayat bepergian ke wilayah yang terinfeksi COVID-19 dalam waktu 14 hari.
  • Mereka yang memiliki riwayat kontak dekat dengan orang yang positif terinfeksi COVID-19 dalam 14 hari terakhir, kemudian jatuh sakit

Masker adalah alat pelindung diri yang sangat penting bagi mereka. Pada orang yang dalam kondisi sehat, penggunaan masker perlu dibatasi agar persediaan masker di fasilitas kesehatan dan bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkan, tidak menipis.

Namun, Anda boleh saja menggunakan masker dalam situasi dan kondisi sebagai berikut:

  • Anda yang mengunjungi klinik atau rumah sakit, termasuk dokter, perawat, dan tenaga medis yang bekerja di sana.
  • Anda memiliki gejala penyakit, terutama infeksi pernapasan, dan orang lain berada dalam ruangan yang sama dengan Anda.
  • Anda berada di tempat keramaian, seperti terminal, bandara, stasiun, dan tempat lainnya yang memiliki potensi penularan penyakit lebih besar dari orang lain terhadap Anda. 

Cara pencegahan virus corona yang tepat dan efektif

  1. Sering mencuci tangan

Salah satu cara pencegahan virus corona adalah dengan sering mencuci tangan. Pastikan mencuci tangan setelah dari toilet, setelah batuk dan bersin, serta sebelum makan.Anda bisa mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Namun, jika Anda sulit menemukan akses air mengalir, Anda bisa mencuci tangan dengan cairan pembersih yang mengandung alkohol 60%.Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau cairan pembersih yang mengandung alkohol dapat membantu menyingkirkan dan membunuh virus yang mungkin terdapat pada tangan Anda. Pastikan Anda mencuci tangan dengan cara yang tepat selama minimal 20 detik.

2. Jaga jarak dengan orang terutama yang sedang sakit

Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit, termasuk orang yang mengalami gejala batuk atau bersin, paling tidak sejauh 1 meter.

Ketika ada seseorang yang batuk dan bersin, mereka akan mengeluarkan percikan cairan yang mengandung virus dari hidung atau mulutnya.

Jika jarak Anda terlalu dekat dengannya, Anda bisa menghirup percikan cairan sehingga menyebabkan Anda tertular penyakit yang dialami oleh orang tersebut. Hal ini berlaku pula bila seseorang tersebut mengalami COVID-19.

3. Memakai masker

Pemakaian masker dimasa pendemi covid 19 ini penting dan harus selalu dipakai untuk menjaga kesehatan pribadi dan untuk menjaga kesehatan orang-orang disekeliling kita.

Dengan menggunakan masker, maka anda telah melakukan salah satu upaya pencegahan untuk meminimalisir penyakit. Selain itu anda juga bisa tetap sehat setiap hari dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.