Pentingnya Kerjasama dengan Media Massa dalam Penyampaian Program Kampus
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo, meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menonjolkan keunggulan masing-masing kampus, hal ini dilakukan agar kampus semakin diminati dan dicintai.
Hal tersebut, disampaikan Wibowo saat membuka acara Sosialisasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional – Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN di Samarinda, Kamis (2/2).
Disebutkan Wibowo, ada beberapa pesan disampaikan dalam rangka menggaungkan pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
Pertama, kejelasan Prosedur yang baik, dengan berbagai beragam konten. Kampus tidak hanya membuat rilis semata tapi juga membuat konten kreatif, meme menarik, dan design apik untuk menampilkan keunggulan masing-masing.
Kedua, kemudahan akses informasi, Kampus diminta menyiapkan infrastruktur dengan aplikasi yang baik. Calon mahasiswa tidak kesulitan mengakses informasi SPAN-UM PTKIN.
“Yang ketiga, melalukan campaign/marketing dengan testimoni yang mendukung dan menarik minat calon Mahasiswa. Para pimpinan PTKIN harus memposisikan dirinya sebagai Humas dengan mempublikasikan testimoni tentang keunggulan masing-masing,” terangnya.
Selanjutnya keempat, melakukan sinergitas dengan media mainstream/media massa, menggunakan platform media sosial dan dengan tokoh-tokoh penting.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi mengungkap divisi humas merupakan divisi penting untuk mencitrakan lembaga.
“Seringkali divisi Humas PTKIN dianggap sebagai organ tak penting, padahal humas itu menjadi penting karena menjadi media yang mencitrakan Lembaga kita,” terang Prof. Inung, demikian sapaan akrabnya.
Professor UIN Sunan Ampel Surabaya ini menambahkan, PTKIN perlu membuat packaging yang menarik, agar masyarakat semakin tertarik memilih UIN/IAIN/STAIN. Dengan keunggulan kekhasan PTKIN yang dimilikinya.
“Kita mempunyai kekhasan. Lingkungan belajar kita adalah lingkungan yang dipenuhi dengan akhlak. Itu adalah keunggulan yang terus menerus kita gaungkan,” tambahnya.
Hadir dalam giat ini, Ketua Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Rektor UIN Semarang, Imam Taufiq beserta seluruh panitia dan pokja . Hadir juga Ketua dan pengurus Forum Rektor PTKIN dan para Koordinator Humas pada PTKIN se-Indonesia.
Di tempat yang sama, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon HM. Arifin MpdI menambahkan, kerjasama dengan media massa sangat penting dilakukan, terutama bagian Humas PTKIN.
Di satu sisi, ada keterbatasan pihak PTKIN dalam hal publikasi program ke masyarakat luas, di sisi lain media massa memiliki kompetensi dalam penyebaran berita. Hal yang sangat wajar jika Humas PTKIN wajib memiliki media partner yang handal.
Pasalnya, kata Arifin, jangkauan dari media seperti surat kabar dan media online sangat luas. Dan dapat masuk ke berbagai segmen pembaca. Sehingga, program yang disosialisasikan oleh PTKIN dapat berjalan dengan maksimal.
“Atas hal tersebut, InsyaAllah kedepannya kita akan lebih intens bekerjasama dengan media. Karena ini juga guna kepentingan dari kampus itu sendiri, termasuk pada saat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) seperti saat ini,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan