Pengusaha Limbah Cirebon Timur Bentuk Paguyuban, Dorong Kemitraan dengan Industri
KAB.CIREBON, (FC).- Sejumlah pengusaha pengelolaan limbah di wilayah Cirebon Timur membentuk paguyuban sebagai wadah komunikasi, koordinasi, sekaligus memperjuangkan peluang kemitraan dengan perusahaan industri yang berkembang di kawasan tersebut.
Pembentukan paguyuban ini dilatarbelakangi keinginan pelaku usaha lokal agar dapat lebih dilibatkan dalam perkembangan investasi industri, khususnya pada sektor pengelolaan limbah yang membutuhkan tenaga profesional dan memenuhi ketentuan perizinan.
Salah seorang penggagas paguyuban, Aris, mengatakan pihaknya mendukung masuknya investasi ke wilayah Cirebon Timur karena mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Namun, menurutnya, perkembangan industri perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat sekitar.
“Kami mendukung investasi karena membawa dampak positif bagi daerah. Tetapi kami juga berharap perusahaan memberikan ruang kemitraan yang adil bagi pengusaha lokal, termasuk dalam bidang pengelolaan limbah,” ujar Aris, Jumat malam (31/7).
Ia menjelaskan, paguyuban tersebut bukan dibentuk untuk menolak investasi maupun menghambat aktivitas industri.
Sebaliknya, organisasi ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha lokal, pemerintah daerah, dan perusahaan industri.
“Kami ingin membangun komunikasi yang baik agar tercipta kerja sama yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pengusaha lokal,” katanya.
Menurut Aris, selama ini masih terdapat pelaku usaha lokal yang merasa belum memperoleh kesempatan yang cukup untuk bermitra dengan sejumlah perusahaan. Melalui paguyuban, aspirasi tersebut akan disampaikan secara bersama-sama dengan pendekatan dialog dan solusi.
Ke depan, paguyuban akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha pengelolaan limbah di wilayah Cirebon Timur, meningkatkan kapasitas anggota, serta mendorong agar seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan sesuai standar profesional dan regulasi yang berlaku.
Selain itu, paguyuban berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat berperan sebagai fasilitator dalam memperkuat hubungan antara dunia industri dan pelaku usaha lokal.
“Kami berharap pertumbuhan kawasan industri dapat menjadi peluang bagi pengusaha daerah untuk berkembang. Dengan begitu, investasi tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Melalui komunikasi dan kolaborasi yang terbuka, Paguyuban Pengusaha Limbah Cirebon Timur optimistis dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memperluas peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal di tengah pesatnya perkembangan industri. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan