KOTA CIREBON, (FC).- Penguatan karakter kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan lingkungan pendidikan.

Nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap menjadi bagian dari karakter generasi penerus.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Hj. Selly Andriany Gantina saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin (28/9). Kegiatan tersebut diikuti masyarakat umum serta perwakilan guru madrasah.

Selly yang merupakan Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, sosialisasi Empat Pilar menjadi salah satu sarana untuk mengajak masyarakat kembali memahami nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Penguatan kebangsaan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kita. Dari keluarga, lingkungan masyarakat, sampai sekolah dan madrasah. Nilai-nilai itu harus hadir dalam keseharian, bukan hanya dibicarakan dalam forum,” kata Selly.

Menurut Selly, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial yang dilandasi semangat persatuan. Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun kondisi sosial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap membangun kebersamaan.

Ia mengatakan, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran tersebut.

Selly juga menilai madrasah memiliki ruang strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Selain memberikan pendidikan akademik dan keagamaan, lingkungan madrasah dapat menjadi tempat untuk menanamkan sikap menghargai perbedaan, gotong royong, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa.

“Guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberikan contoh kepada anak-anak. Karena itu, nilai kebangsaan akan lebih mudah dipahami ketika mereka melihat dan merasakan langsung keteladanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Selly mengajak agar semangat kebangsaan tidak dimaknai sebatas simbol atau slogan. Menurutnya, menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal, menghormati perbedaan, serta ikut menjaga kepentingan bersama merupakan bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai kebangsaan.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan media sosial juga membuat generasi muda berhadapan dengan beragam informasi setiap hari. Kondisi tersebut membuat penguatan karakter dan pemahaman terhadap nilai kebangsaan menjadi bagian yang perlu terus diperhatikan.

“Anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang sangat terbuka. Mereka mendapatkan banyak informasi dari berbagai sumber. Karena itu, fondasi nilai yang kuat penting agar mereka tetap memiliki pegangan dalam menyikapi berbagai perbedaan dan perkembangan zaman,” kata Selly.

Selly berharap kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Ia juga mendorong agar pemahaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diteruskan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun lembaga pendidikan.

Bagi Selly, menjaga nilai-nilai kebangsaan merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dan para pendidik dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan semangat persatuan tetap tumbuh di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang. (Agus)