KOTA CIREBON, (FC).- Pada 3 Juni 2023, di Lapangan Kebumen Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, akan digelar pertunjukan seni dari lintas kelompok seni dan lintas agama. Selain pertunjukan diadakan karnaval yg rencana diikuti 1000 peserta.

Menurut Kepala Seksi Bimmas Islam Kantor Agama (Kemenag) Kota Cirebon, Rizky Riyadu Taufiq kepada FC, Selasa (30/5), Lapangan Kebumen Kota Cirebon, bakal dibangun Monumen Muktikultural, berupa Replika Paksi Naga Liman.

“Kehadiran Monumen Replika Paksi Naga Liman ini dijadikan simbol kota Cirebon sebagai kota multikultural,” ucapnya.

Dikatakannya, inisiasi ini berawal dari pemikiran bahwa Cirebon memiliki peninggalan bersejarah, berupa keraton, masjid, gereja, klenteng maupun vihara yang masih terpelihara dengan baik.

Juga karena Cirebon sebagai kota unik dan tertua di Jawa dan memiliki peninggalan yang utuh serta kemajemukan.

“Diskusi dengan beberapa tokoh, ternyata di Cirebon ada semua. Makanya dengan fakta yang ada, maka kami ingin menegaskan Cirebon sebagai kota multi kultural,” terangnya.Terkait dengan Paksi Naga Liman, dibeberkannya, merupakan simbol dari Cirebon yang merupakan kota dengan toleransi tinggi. Dimana beragam suku, ras dan agama berdampingan secara damai fi Cirebon.

“Masyarakatnya yang berasal dari lintas agama dan tumbuh bersama-sama, dan kita hidupkan dalam konteks ini, makanya Cirebon kota multikultural,” ujar Rizky.

Rizky menambahkan, ini adalah proyek bersama yang harus didukung semua lini. Dan Tanggal 3 Juni unsur elemen berbasis agama dan budaya akan berpartisipasi untuk sama sama mencanangkan gagasan multikultural.

“Harus kita yang menghidupkan, semua elemen agama deklarasi Cirebon kota multikultural,” ujarnya.

Paksi Naga Liman, menurut Rizky, secara filosofis representasi multikulturalisme Kota Cirebon. Karenanya pematung yang akan mengerjakan, berasal dari unit kementrian agama yakni alumni seni Yogyakarta.

“Semangat kebersamaan ini terus dirawat dan berharap monumen itu bersama sama dijaga masyarakat dan akan ditandatangani semua elemen masyarakat. Kemenag hanya memfasilitasi,” ujarnya.Program replika Paksi Naga Liman adalah program Sangkuriang (mendadak), merancang Kamis 25 Mei, target tanggal 2 Juni harus sudah selesai.

“Pematung intinya hanya 1 orang, Proses perizinan sejak 10 hari lalu sudah dikerjakan,” terangnya.

Pihaknya menegaskan Walikota dan Sekda mengarahkan titik lokasi di lapangan Kebumen karena titik nol Cirebon ada di kantor pos yang bersebelahan di lapangan Kebumen. “Niat baik tapi banyak multi tafsir maka patut disayangkan,” pungkasnya.

Sementara pengamat budaya Cirebon, Elang Bagja mendukung kegiatan ini. Namun dia mengingatkan, agar ditempuh semua perizinan yang dibutuhkan.

“Demi kemajuan budaya Cirebon saya dukung. Tapi agar tidak menjadi permasalahan, maka perizinannya harus ditempuh,” tandasnya. (Agus)