KUNINGAN, (FC).- Tim Penasehat Senior Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bekunjung ke Taman Kehati di Desa Dukuh Dalem Kecamatan Japara Kuningan.

Selain meninjau keberadaan Taman Kehati yang merupakan inisiasi Kementriak LHK juga melaksanakan penanaman pohon di lokasi.

Mereka tidak mengkhususkan datang ke Taman Kehati tapi merupakan bagian tak terpisahkan atas kunjungan Menteri KLHK Siti Nurbaya dengan segenap jajarannya yang hampir tiga puluh orang dibawa semua.

Mulai dari Dirjen, Sekjen, Direktur, dan Kepala Biro. Tak ketinggalan Bupati Kuningan, Acep Purnama, Dinas LIngkungan HIdup se wilayah tiga Cirebon dan Kepala Balai se Jawa Barat.

Kedatangannya dalam rangka kunjungan kerja Kementrian LHK ke Kabupaten Kuningan membawa agenda perhutanan sosial, kemitraan dengan masyarakat, penanganan kemiskinan melalui pemanfaatan hutan dan perkebunan.

Sedangkan yang ditugaskan ke Dinas LIngkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Penasehat Senior Menteri yang diketuai Prof. Imam Prasojo, juga pengamat sosial sekaligus Guru Besar Uninversitas Indonesia.

“Taman Kehati (keaneragaman hayati) di Desa Dukuh Dalem ini didirikan tahun 2006, inisiasi Kementrian LH dulu sekarang KLHK. Sebelumnya, kita mengajukan permohonan karena sudah siap lokasi yang dipersyaratkan. Taman Kehati ini, dikelola oleh desa dan kelompok sedangkan LH Kuningan, merupakan fasilitator dan pembinaan,” Jelas Kepala Dinas LH Kuningan, Wawan Setiawan, dalam dialog dengan Tim PSM.

Kehati merupakan kebun konservasi, lanjut Wawan, sesuai dengan tumbuhan langka yang ada di Kabupaten Kuningan.

Atau endemi di daerah tertentu. Jadi tidak sembarangan pohon perlu ada kekhususan.

Misalnya pohon endemi yang langka di  Kuningan adalah Kalapa CIung. Mungkin orang lain menafsirkan itu pohon kelapa, padahal bukan.

“Kalapa Ciung adalah pohon biasa dan sangat langka. Selain untuk menjaga air dan memproduksi air tanaman tersebut memiliki manfaat lain. Misalnya dijadikan obat-obatan semacam herbal. Namun belum diproduksi sebab kita belum sepenuhnya melakukan budidaya Kalapa Ciung dan jika yang ada diproduksi, dikhawatirkan akan punah,” kata Wawan.

Sementara, Ketua Tim Penasehat Senior Menteri, Imam Prasojo, memperkenalkan timnya yang dihuni para ahli dibidangnya masing-masing dan bergelar profesor.

Diantaranya, Efransjah, Wahyudi, Chalid Muhamad, Agus Pambagyo, Hariadi, San Ari Awang, Nur Masripatin.

“Saya menyambut baik atas paparan pa Kadis LH, tentang Taman Kehati yang memberikan manfaat ke masyarakat Kuningan,” ujar Imam.

Imam mengaku ingin mendengarkan atau hearing dengan temen-temen di Kehati tentang proses pembinaan, pengembangan, vegetasi, sarana dan prasarana bahkan kemungkinan kemajuan atau kemandekan.

“Sebab sebuah program tentu harus berkesinambungan, tidak dibuat untuk ditinggalkan,” ujar Imam.

Keberadaan taman kehati ini, masih Iman, harus mampu mendorong pengelola dan desa lebih mampu menciptakan peluang ekonomi baru dari taman ini. Mampu menciptakan peluang usaha yang nantinya berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar, itu minimalnya. Mungkin secara luas bagi masyarakat Kuningan.

“Tadi saya dengarkan dari pengelola, hanya seminggu sekali menerima pendapatan. Ini cukup memperihatinkan. Perlu terobosan baru dengan cara kolaborasi yang tidak merusak keanekaragaman hayatinya. Justru memberikan keluasan makna dan manfaat dari Taman Kehati itu sendiri. Kreatifitasnya harus dikembangkan,” ungkapnya.

Imam memberikan contoh, di sini ada pohon enau. Dalam setahun berapa kali panen untuk dijadikan bahan kolang-kaling.

Pemanfaatan ini yang harus dipikirkan. Terlebih tidak merusak pohon itu, tapi pohon itu sudah memberikan manfaat yang besar. Di sini air melimpah, kenapa tidak dimanfaatkan lebih ke arah pemberdayaan ekonomi. “Jika semuanya berkembang, maka perluasan Taman Kehati dengan vegetasinya akan bertambah sebab di sana ada dana. Hasil dari hutan dikembalikan ke hutan dengan keterpenuhan pengelola dan warganya lebih sejahtera. Karena adanya produksi, maka mau tidak mau orang akan datang dengan sendirinya. Secara tidak langsung akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, misalnya dengan membuat cinderamata,” jelas Imam. (Ali)