KOTA CIREBON, (FC).- Dengan luas wilayah yang terbatas, Kota Cirebon memang bukan kota industri. Walaupun demikian ada sejumlah kecil luasnya untuk Kawasan Peruntukkan Industri (KPI).

Untuk itu, Kota Cirebon menitik beratkan pendpatannya pada sektor jasa dan pelayanan, termasuk sektor pariwisata.

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati mengatakan, pariwisata adalah sektor yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Apalagi, Kota Cirebon adalah daerah yang sangat strategis. Kota Cirebon terletak di Pantai Utara Provinsi Jawa Barat Bagian Timur, berada pada jalur utama transportasi strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Dengan potensi tersebut, Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah melakukan berbagai upaya untuk menyusun arah pembangunan pengembangan pariwisata Kota Cirebon,” kata Eti, Kamis (26/10).

Dalam Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2025, Cirebon sebagai destinasi pariwisata Provinsi Jawa Barat dan kawasan strategis pengembangan pariwisata sejarah dan Keraton Jawa Barat.

“Hal ini semakin mempertegas potensi pariwisata Kota Cirebon bagi Jawa Barat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tambah Eti, Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Cirebon 2011-2031, telah menyusun 2 tipologi pariwisata di Kota Cirebon, yaitu pariwisata alam dan buatan.

Pariwisata buatan terdiri atas pariwisata bersejarah dan biasa. Pengembangan pariwisata alam diarahkan pengembangannya berupa Pantai Kejawanan dan Pantai Kesenden.

Sedangkan, pengembangan pariwisata buatan (bersejarah) diarahkan berupa; Keraton Kesepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan, Gua Sunyaragi Dan Taman Kera Kalijaga.

Adapun pariwisata buatan yang lain adalah pengembangan Taman Ade Irma Suryani dan potensi wisata bahari di sepanjang pantai.

Selain itu, terdapat pengembangan wisata Budaya Pesisir Cirebon meliputi Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Taman Gua Sunyaragi dan Taman Kera Petilasan Sunan Kalijaga.

“Pengembangan wisata juga dikembangkan pada pelestarian kawasan dan atau bangunan yang memiliki nilai historis atau bersejarah tinggi yang didukung oleh pengembangan wisata rekreasi,” jelasnya.

Sektor pariwisata, menurut Eti, sangatlah menjanjikan, bahkan bisa menjadi penopang pendapatan daerah. Muara dari itu semua tentu saja adalah kesejahteraan masyarakat.

“Tentu saja, kita memiliki tujuan yang sama untuk meingkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat; baik itu melalui industri ataupun pariwisata,” pungkasnya. (Agus)