Sementara itu, tambah Karna Sobahi, untuk program Ulama sendiri, merupakan sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat tertib ukur. Unit ini akan memastikan timbangan atau alat ukur berfungsi dengan baik, tepat ukurannya dan tepat takarannya.

“Sehingga, kita harapkan Kedua program strategis tersebut, harus di sosialisasikan kepada masyarakat dengan menggandeng PAI tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Majalengka, H Yayat Hidayat mengapresiasi gagasan Pemda Majalengka yang akan menggulirkan program pariwisata halal dan program Ulama dengan menggandeng PAI non PNS tersebut.

Selain itu, Yayat juga menegaskan, bahwa memang sudah saatnya Bupati juga harus lebih serius lagi dalam mengemplementasikan visi Religius. Karena, pembangunan di Majalengka tidak cukup physical building, tapi harus meningkatkan spiritual building. “Hal tersebut, tentu dengan harapan kita bersama hal ini agar selaras dengan visi Kabupaten Majalengka Raharja,” harapnya terkait program wisata halal yang digagas Pemkab Majalengka. (Munadi)