“Sejauh ini fokus bantuan dari pemerintah cenderung kepada kelompok masyarakat berpenghasilan harian saja. seperti pedagang keliling, ojek online dan UKM serta karyawan korban PHK atau yang dirumahkan,” tuturnya.

Dia menyebutkan, guru honorer dan guru ngaji tidak memiliki penghasilan pasti yang mencukupi selain mengandalkan penghasilan tambahan di luar aktivitasnya. Meskipun hampir mirip dengan para pedagang kecil dan masyarakat terdampak lainnya, posisi guru honor dan guru ngaji termasuk mubalig harus menjadi prioritas.

“Guru honor biasanya mengandalkan pemasukan harian lewat les privat atau bimbel. Guru ngaji dan mubalig biasanya dagang kecil-kecilan. Saya kira ini segmen yang juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, seluruh elemen masyarakat harus mengambil pelajaran dari jumlah kasus positif yang setiap hari terus bertambah.

Khusus di Kuningan, menurutnya, masyarakat harus waspada karena jumlah ODP semakin meningkat bahkan tembus melebihi angka seribu. Pihaknya meminta semua pihak mengikuti petunjuk yang sudah disampaikan pemerintah supaya penanganan wabah kali ini segera tuntas.

“Mari ikuti apa yang diatur oleh pemerintah. Jaga jarak fisik, selalu pakai masker kalau ke luar rumah, biasakan hidup bersih, dan hal lain yang bisa menyebabkan penularan,” pungkasnya. (Sopandi)