SUMBER, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memperingati Hari Kusta Sedunia tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2020 di halaman Puskesmas Sidamulya, Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis (6/2).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni mengungkapkan, setiap insan manusia itu agar selalu menghargai dan saling peduli, apalagi terhadap penderita kusta.

Menurutnya penderita kusta perlu dirangkul jangan dikucilkan dengan harapan mereka tidak menutup diri.

“Kami ingin menghilangkan stigma di masyarakat, bahwa penyakit kusta ini jangan ditakuti, tapi penderita kusta ini harus kita rangkul supaya mereka bisa hidup secara normal seperti yang lainnya,” kata Enny.

Enny mengakui, bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon masih menjadi daerah rawan penyebaran penyakit kusta, dan masyarakat melihat kusta ini masih sebagai penyakit kutukan. 

Enny melanjutkan, dengan peringatan Hari Kusta Sedunia ini diharapkan masyatakat akan lebih tahu tentang penyakit kusta terutama dalam hal ciri-ciri penyakit kusta itu sendiri. Diantaranya mengetahui ciri-ciri penyakit kusta tersebut.

“Penyakit kusta disebabkan oleh bakteri atau kuman mycobacterium leprae, gejalanya timbul bercak putih atau merah pada kulit dan kalau diraba tidak terasa. Jika ada bercak putih atau merah dan tidak terasa jika diraba, segera periksa ke Puskesmas terdekat, dan obatnya gratis,” kata Enny.

Lebih lanjut Enny kembali menegaskan  kusta bukanlah penyakit kutukan, keturunan, guna-guna ataupun lainnya. Akan tetapi kusta itu adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman mycobacterium leprae.

“Kusta bisa ditimbulkan oleh cara bersentuhan secara terus menerus dan lama. Kalau cuman sekali, dua kali tidak bakal tertular. Jadi kami harapkan jangan kucilkan mereka, jangan diskriminasikan orang yang punya kusta. Hanya satu tahun pengobatan, itu kalau rutin dan Insya Allah akan sembuh,” tegas Enny. (ghofar)