KAB. CIREBON, (FC),- Pelaksanaan vaksinasi di UPTD Puskesmas Losari dan di Balai Desa Kalirahayu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon diserbu ratusan warga.

Mereka berebut untuk melakukan vaksinasi, Kamis (19/8). Banyak warga yang terpaksa pulang lantaran kehabisan kuota.

Hal itu membuat kuwu maupun kepala UPTD Puskesmas Losari mememinta kuota dosis vaksin di Kecamatan Losari ditambah.

Kuwu Desa Kalirahayu, Abdul Rokim kepada FC mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi di desanya yang digelar saat ini merupakan gelombang ke 5.

Sejak awal pelaksanaan vaksinasi tersebar berita hoax soal vaksin, pihak pemerintah desanya terus melakukan sosialisasi secara gencar baik di masjid, keliling desa dan lainnya.

Akan tetapi setiap pelaksanaan vaksinasi yang digelar di desanya hanya diikuti antara 5-20 warga.

Namun dalam pelaksanaan vaksinasi saat ini, Kamis (19/8), tak disangka mendapat serbuan dari maayarakat.

Bahkan bukan saja dari wilayah Desa Kalirahayu, namun desa tetangga. Dari kuota sekitar 80 dosisi, animo masyarakat yang datang lebih dari 200 orang.

Hal itu membuat pihaknya membatasi dengan menggunakan nomor antrian.

Sementara sisanya diperkenankan untuk mengikuti kembali pada pelaksanaan vaksinasi berikutnya.

“Karena minat warga untuk melakulan vaksin membludak, maka kami batasi hanya untuk warga Desa Kalirahayu saja,” terangnya.

Ditambahkan Abdul Rokim, pihaknya berharap kepada UPTD Puskesmas Losari agar menambah jumlah kuota dosis vaksin setiap pelaksanaan vaksinasi di desanya.

Karena dari jumlah warganya yang berusia diatas 17 tahun ada sekitar 5.500 orang.
Sementara yang baru melakukan vaksinasi sekitar 150 orang ditambah guru sekitar 50 orang.

Sehingga baru sekitar 200 orang, hal itu masih sangat jauh untuk mencapai herd immunity 70 persen dari jumlah warganya dikisaran 3.500 orang.

“Kalau untuk mencapai 70 persen yang diharapkan untuk menciptakan herd immunity, itu masih sangat jauh, salah satu untuk segera tercapai target tersebut harus ada penambahan kuota dosis setiap pelaksanaan vaksinasi,” harapnya.

Sementara kepala UPTD Puskesmas Losari, Juju Juarsa mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut baik atas antusias warga yang datang berbondong-bondong disetiap tempat pelaksanaan vaksin.

Pihaknya ingin setiap warga yang datang bisa terlayani untuk dapat divaksin.

Akan tetapi jumlah kuota dosis vaksin yang ada sangat terbatas, membuat pihaknya harus membatasi sesuai kuota yang tersedia.

Diakuinya, untuk Provinsi Jawa Barat secara umum jatah vaksin yang disalurkan dari pemerintah pusat masih sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Jabar.

Vaksin yang masuk masih dikisaran 20 persen sehingga masih sangat jauh untuk mencapai 70 persen.
Hal itu berimbas pada kuota vaksin di Kabupaten Cirebon dan disetiap Puskesmas.

“Agar masyarakat yang datang ingin melakukan vaksin tidak ditolak karena batasan kuota, maka kami sepata kalau memang jumlah kuota vaksin untuk UPTD Puskesmas Losari ini ditambah,” tuntasnya. (Nawawi).