MAJALENGKA, (FC).- Ratusan warga Desa Teja kecamatan Rajagaluh, pada Selasa (28/7), mengikuti tradisi budaya leluhur yaitu menggelar tradisi Mapag Cai yang digelar di lokasi wisata situ Ciranca. Acara itu sendiri selain di hadiri oleh warga sekitar juga di hadiri Bupati majalengka Eman Suherman.

Dalam melestarikan warisan budaya leluhur yang setiap tahun selalu di gelar di lokasi wisata situ ciranca, di awali dengan pengambilan air di tujuh sumber mata air yang berada di sekitar lokasi. Dalam prosesi pengambilan air di awali oleh Kepala Desa Teja, Wiwi Widiawati di sumber mata air pertama, dari sela sela bebatuan yang airnya mengalir deras.

Pengambilan air tersebut air menggunakan pendil atau wadah air yang terbuat dari tanah lihat liat. Untuk pengambilan air yang kedua dari sumber mata air dilakukan oleh Bupati Majalengka Eman Suherman dan langsung di alirankan ke sumber air utama yang mengangalir ke situ ciranca.

Sedangkam untuk mata air ke tiga hingga ke tujuh diambil bareng oleh tokoh masyarkat , tokoh adat dan tokoh pemuda desa tersebut. Kemudian ke tujuh sumber air yang sudah di ambil tersebut diarak keliling situ bersama gunungan hasil bumi, seperti sayur sayuran dan buah buahan yang sudah di panen.

Selanjutnya dari ke tujuh sumber mata air tersebut setelah diarak di campurkan atau di taburkan ke situ ciranca, sambil memanjatkan doa dengan harapan mendapat keberkahan, keselamatan dan juga kemakmuran warga desa.

Acara mapag cai juga di saksikan oleh ratusan wisatawan pengunjung situ ciranca, yang salah satunya rombongan wisatawan dari bekasi kota, yang sengaja jauh jauh datang ingin menikmaati kejernihan air situ cipanten yang airnya sangat bersih , bening sejuk dan adem.

Widiya wisatawan asal bekasi sengaja bersama keluarga berkunjung ke Wisata Situ Ciranca ingin merasakan kedejukan dan kesegaran wisata pegunungan. Dirinya mengaku pertama kaili datang ke situ ciranca karena viral di sejumlah media sosia dan pembritaan.

“Saya penasaran dengan keindahaan situ ciranca, yang rameh dan viral di sejumlah media sosial dan pemberitaan., saking penasarannya kami dengan keluarga dan temen datang ke sini. Alhamdulillah saya bisa langsung merasakan dinginnya air situ ciranca yang bening, bersih sejuk dan seger,” ungkapnya.

Kepala Desa Teja, Wiwi widiawati menjelaskan acara Mapag Cai merupakan tradisi rutin yang setiap tahun selalu di gelar. Hal ini untuk mempertahankan tradisi adat budaya warisan leluhur, yang selalu di jaga dan terus di lestarikan.

Menurutnya kali ini acara Mapag Cai digelar paling gebyar dan meriah, bahkan di hadiri oleh Bupati Majalengka. Tradisi ini untuk menyatukan tujuh matar air menjadi satu yang kemudian di masukan ke situ ciranca, sebagi simbol keberkahan, kesuburan dan bentuk rasa syukur warga Desa Teja dengan adanya sumber air yang melimpah.

Sedangkan Bupati majalengka Eman Suherman setelah mengikuti rangkaian acara gebyar Mapag Cai menjelaskan sangat terkesan dengan keberadaan situ ciranca.

Di mana di dalamnya terdapat tujuh sumber air yang sangat melimpah, bahkan airnya sangat jernih sejuh dan alami dan belum tercemar. Bahkan dirinya merasa kaget begitu banyak wisatawan yang berkunjung dan ingin menikmati liburan bermain dan berenang di air yang sejuk dan jernih.

Bupati Eman berharap apa yang ada di Situ Siranca harus di jaga dan di rawat, jangan di cemari apalagi di sini sumber airnya sangat melimpah. Karena air yang bersih sangat berhuna untuk kehidupan warga Desa Teja bahkan ke seluruh desa sekitar di kecamatan rajagaluh, di saat musuim kemarau seperti ini.

“Kita harus bersyukur, di kala desa lain pada kekurangan air atau kesulitan mendapatkan air, namun sebaliknya di sini air sangat melimpah,” pungkas Bupati Eman. (Munadi)