Pemdes Paniis Sesalkan Sikap Perumda Air Minum Kota Cirebon
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan menyesalkan tidak adanya itikad baik dari Direksi Perumda Air Minum Kota Cirebon. Pasalnya, hampir 20 harian sejak pertemuan pada akhir Januari lalu tidak ada tindaklanjut kembali.
Hal itu dikatakan Kepala Desa Paniis, Sarki kepada “FC”. Menurutnya, sudah hampir 20 harian sejak pertemuan tersebut digelar, belum ada itikad baik dari pihak Perumda Air Minum Kota Cirebon untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.
“Sampai saat ini belum ada realisasinya, saya belum melihat itikad baik dari pihak sana (Perumda Air Minum Kota Cirebon),” ujar Sarki.
Dikatakannya, Desa Paniis adalah salah satu Desa di Kecamatan Pasawahan yang terkenal karena memiliki sumber mata air yang begitu jernih. Sumber Air yang berada di Desa Paniis, sebagian air yang dihasilkan oleh mata air Cipaniis itu di alirkan ke Kota Cirebon untuk kebutuhan masyarakat Kota Cirebon melalui pipa-pipa yang dikelola Perumda Air Minum Kota Cirebon.
“Air dari Mata Air Cipaniis ini adalah satu-satunya sumber air yang dimiliki oleh Perumda Air Minum Kota Cirebon untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya, Perumda Air Minum Kota Cirebon tidak memiliki sumber air alternatif lainnya selain mengandalkan air dari Mata Air Paniis ini,” ucapnya.
Namun sebagai Desa yang memiliki mata air, kata dia, Desa Paniis sendiri masih kekurangan pasokan air, baik air untuk pertanian maupun air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Desa Paniis.
“Sekitar 30-an hektar area pertanian di Desa Paniis yang tidak bisa digarap karena kendala kekeringan,” jelasnya.
Terkait kondisi tersebut, sekitar akhir bulan Januari yang lalu, Pemerintah Desa Paniis mengadakan pertemuan dengan pihak Perumda Air Minum Kota Cirebon untuk membicarakan hal-hal yang terkait kondisi kekeringan khususnya disaluran Paniis Tonggoh.
“Waktu itu kita adakan pertemuan disini (Balai Desa Paniis), Pihak PDAM Kota Cirebon mewakilkan kepada 2 orang perwakilan karena Dirut katanya sedang ke Surabaya,” jelas Kepala Desa Paniis, Sarki.
Sarki menyebutkan, bahwa Pihak Pemdes dalam pertemuan tersebut tidak menuntut hal-hal yang macam-macam, hanya tuntutan wajar sebagai desa yang memiliki mata air tapi mengalami kekeringan.
“Kita hanya meminta bantuan pipanisasi untuk mengairi pertanian, dan mesin pompa untuk kebutuhan air bersih warga, hanya itu, kita tidak meminta yang berupa uang karena kita juga paham terkait kompensasi dan perjanjian lainnya itu kewenangan Pemda Kuningan,” ujar Sarki
Terkait hal ini, selaku Kades, Sarki masih menunggu niat baik dari pihak Perumda Air Minum Kota Cirebon untuk Desa Paniis. Menurut Sarki, Pihak Pemdes Paniis bila diperlukan tentunya juga bisa bertindak tegas sesuai dengan aturan-aturan yang ada. (bambang)








Tinggalkan Balasan